Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Nasional Yenny Wahid : Harlah Muslimat Jadi Momentum NU Bangkit Bela Bangsa

Yenny Wahid : Harlah Muslimat Jadi Momentum NU Bangkit Bela Bangsa

Tanggal : Pukul :
318
0
Peringatan Harlah Muslimat NU

Jakarta, DetikSumsel – Yenny Wahid, Ketua Panitia Harlah ke-73 Muslimat Nahdlatul Ulama (NU),menyatakan peringatan hari lahir yang dihadiri 100 ribu lebih ibu-ibu Muslimat di Gelora Bung Karno menjadi momentum bagi NU dan Muslimat untuk bangkit membela bangsa. NU dan Muslimat harus menunjukkan mayoritas umat Islam di Indonesia toleran dan moderat.

“Nah sekarang sudah saatnya NU dan termasuk Muslimat bangkit membela bangsa dan melakukan perlawanan. Saya bilang, The Silent Majority is Now Declare as Noisy Majority. Mayoritas yang diam sekarang telah menjadi mayoritas yang bersuara. Itu sikap keluarga besar NU melihat kondisi kebangsaan hari ini,” kata Yenny Wahid saat ditanya seputar Harlah (hati lahir)Muslimat ke-73, di Jakarta, Senin (28/1).

Seperti diketahui, peringatan Harlah Muslimat NU di GBK pada Minggu kemarin, dihadiri oleh Presiden Jokowi dan isteri, Ketua Umum PBNU KH Said Agil Siradj, Ketua Umum PP Muslimat Khofifah Indar Parawansa, serta para sesepuh NU dan beberapa menteri Kabinet Kerja.

Yenny tak menampik jika ada yang menyebut peringatan Harlah Muslimat yang mendatangkan seratusan ribu anggota Muslimat ke Jakarta sebagai maneuver politis.

“Politisnya bukan politis praktis. Kita lebih pada tataran kebangsaan. Kita ingin menguatkan Aswaja (ahli sunnah waljamaah) karena bias menjawab tantangan-tantangan yang dihadapi komunitas Islam di Indonesia dan bahkan di dunia. Sebab di dalam Aswaja terkandung nilai-nilai tasamuh (toleran), tawasuth (moderat), tawazun (seimbang) dan i’tidal (adil),”kata putrid kedua KH Abdurrahman Wahid itu.

Ada dua tujuan utama harlah digelar di Jakarta. Pertama, Muslimat melihat ada suasana tegang di tengah masyarakat menjelang Pilpres 2019.

“Kita mengajak ibu-ibu Muslimat untuk meredakan ketegangan tersebut dengan cara memanjatkan doa bagi keselamatan bangsa,”ujar Yenny.

Kedua, Muslimat dan NU ingin menunjukkan bahwa mayoritas umat Islam di Indonesia merupakan umat yang toleran dan moderat.

“Jadi sebenarnya Harlah Muslimat kali ini merupakan upaya menunjukkan kepada masyarakat agar jangan ragu tentang identitas umat Islam di Indonesia. Sesungguhnya umat Islam di Indonesia itu umat yang toleran dan cinta damai,” papar pemilik nama asli Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahiditu.

NU sebagai salah satu ormas Islam terbesar di negeri ini, selama ini lebih memilih diam di saat bertebaran hoax, ujaran kebencian, dan bahkan fitnah.

“Sekarang tidak boleh lagi diam. Kami juga ingin bersuara. Sebab kami yang jumlahnya banyak memiliki ideology yang jelas, sikap kami juga jelas dalam hal membela negara. Demikian juga kecintaan kami kepada tanah air sangat jelas, terartikulasikan dengan melihat militant si ibu-ibu Muslimat yang datangke GBK,” paparnya.

Meski NU selama ini memilih diam, Yenny meyakini bahwa keberadaan NU tetap menjadi factor sehingga Indonesia tetap aman. Para kiai dan ulama NU terus berikhtiar agar masyarakat tetap tenang dan tak mudah termakan hoax atau ujaran kebencian.

“Kalau tidak ada NU dengan semua banonnya (badan otonom), bias jadi konflik sudah pecah,” tegasnya.(riil)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here