Pasang Iklan Detik Sumsel
Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Palembang Yayasan Ashoka Rayakan HUT Dewa Ciu Huang

Yayasan Ashoka Rayakan HUT Dewa Ciu Huang

Tanggal : Pukul :
428
0
Steven, Pembina Yayasan Ashoka Raja Mahawirya Palembang

Palembang, Detik Sumsel – Yayasan Ashoka Raja Mahawirya yang terletak di Jalan Residen A Rozak Blok E No 3 Palembang menggelar perayaan HUT dewa Ciu Huang Da Di atau Nine Emperor Gods, Rabu (17/10).

Menurut Steven Pembina Yayasan Ashoka Raja Mahawirya Palembang melalui humasnya Ming Ming perayaaan dimulai pada pukul 08.00 WIB hingga sore.

“Perayaan diawali dengan penampilan atraksi barongsai kemudian dilanjutkan menggelar ritual mulai kepada Thien atau tuhan, pada Ciu Huang Da Di dan para prajurit dewa atau Khokun,” ujarnya.

Setelah melakukan ritual umat dijamu dengan makanan vegetarian. Sedangkan pengurus sendiri sudah melakukan makan vegetarian sejak delapan hari yang lalu. Hari ini merupakan puncaknya dengan mengundang umat makan vegetarian bersama.

Ming Ming juga menceritakan Kelenteng Yayasan Ashoka Raja Mahawirya yang sejak September 2014 sudah terdaftar di Kementerian Agama RI Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha No DJ.VI/BA.01.01/06/654/2014.

Selain itu juga sudah diputuskan oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha No 337 tahun 2014 tentang Tanda Daftar Yayasan. “Yayasan Ashoka Raja Mahawirya juga sudah terdaftar di Kementerian Hukum dan Hak Azazi Manusia nomor AHU-06264.50.102014 tertanggal 18 September 2014 Juncto,” katanya.

Ming Ming menjelaskan, dewa utama di kelenteng adalah dewa Kera Sakti atau dewa Qitian Dasheng/Ci Thien da Shen. Dewa ini merupakan dewa untuk pelindung anak terutama anak berumur 3-7 tahun. “Perayaan dewa ini dirayakan setiap tanggal 16 bulan 8 penanggalan lunar,” ungkapnya.

Selain dewa utama yang selalu dirayakan, dewa lain yang juga kerap dirayakan Ciu Huang da di Dewa yang sedang dirayakan. “Dewa ini dirayakan pada tanggal 9 bulan 9 penanggalan lunar,” terangnya.

Kemudian ada juga dewa Tong Fang Ciang Cin/Thian Touw Gwan Swee. Dewa ini dulunya dikenal sebagai dewa musk dan juga panglima perang kenamaaan dinasti Tang. “Dewa ini dirayakan pada tanggal 11 bulan 6 penanggalan lunar,” katanya.

Ditambahkannya, selain sebagai tempat ibadah, klenteng ini juga tempat pengobatan gratis kepada masyarakat umum, memaparkan dan mengajarkan ajaran Toisme, Buddhisme dan Konfusianisme dan kerap melakukan bakti sosial.

“Untuk pengobatan dilakukan secara rutin setiap tiga kali dalam seminggu yakni setiap hari Selasa, Kamis dan Sabtu. Selain itu juga diadakan pengobatan di hari Ce It dan Cap Go (tanggal 1 dan 15 penanggalan lunar),” jelasnya. (May)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here