Pasang Iklan Detik Sumsel
Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Liputan Khusus Wow, Tahun Ini Ada 2.212 Janda Baru di Kota Palembang

Wow, Tahun Ini Ada 2.212 Janda Baru di Kota Palembang

Tanggal : Pukul :
2744
0
Tingkat perceraian di kota Palembang (Grafis Detik Sumsel)

Lipsus, Detik Sumsel– Angka perceraian di kota Palembang masih cukup tinggi. Berdasarkan data dari Pengadilan Agama kelas 1A kota Palembang, hingga September 2018 ini, tercatat 2.212 kasus perceraian. Artinya, di tahun ini terdapat 2.212 janda baru di kota pempek ini.

“Rinciannya 489 talak cerai dan 1.723 gugat cerai,” kata petugas informasi Pengadilan Agama Kelas 1A Palembang, Dodi kepada Detik Sumsel, belum lama ini.

Dari data tersebut, terungkap angka perceraian meningkat dari tahun sebelumnya. Tahun lalu, angka perceraian mencapai sebanyak 2.417. Jika sampai September tahun ini sudah mencapai 2.212 kasus, angka ini kemungkinan melebih tahun lalu karena masih ada data tiga bulan lagi belum masuk.

“Berdasarkan alasan pengajuan perkara, ada beberapa sebab terjadinya perceraian di kota Palembang yaitu faktor ekonomi, faktor kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) serta faktor lain seperti pihak ketiga dan lainnya,” tuturnya.

Hal yang menarik lainnya, angka perceraian di kota ini justru datang pengajuannya dari istri atau gugat cerai. Tahun lalu, dari 2.417 perkara, 1.851 diantaranya gugat cerai, sementara talak cerai hanya 566. Fenomena yang sama terjadi setiap tahunnya termasuk tahun ini.

Baca Juga :   Banyak IRT Tak Berani Laporkan KDRT

“Masalah perceraian, biasanya diawali permasalahan cek-cok rumah tangga sehingga itu menjadi pemicu bubarnya rumah tangga seseorang,” tuturnya.

KDRT Dominasi Kasus Perceraian

KDRT masih mendominasi penyebab perceraian di kota Palembang. Hingga September tahun ini,  Pengadilan Agama Kelas 1A kota Palembang telah menangani 33 perkara perceraian akibat KDRT, sementara tahun lalu angka perceraian akibat KDRT ini mencapai 77 kasus.

“Hampir 20 persen kasus perceraian yang tercatat di Pengadilan Agama didominasi faktor KDRT,” kata Dodi.

Selain faktor KDRT dan ekonomi, lanjut Dodi, faktor lainnya yang menyebabkan perceraian diantara perzinahan, mabuk, madat, judi, poligami, cacat badan, kawin paksa, serta faktor ekonomi.

Kekurangan Hakim Muda

Pengadilan Agama Kelas 1A Palembang (Foto: Wira)

Pengadilan Agama Kelas 1A kota Palembang kekurangan hakim muda. Pasalnya, 27 Hakim tetap berstatus aktif saat ini, masuk dalam kategori usia tua (Uzur).

Baca Juga :   Pahami Hak dan Kewajiban Suami Istri

Data yang dihimpun Detik Sumsel, 27 Hakim berstatus aktif tersebut terdiri dari Tahun kelahiran 1955, 1959, 1962, 1954, 1957, 1953, 1963, 1956, 1959, 1968, 1961. Sementara yang tergolong kategori muda, tahun kelahiran 1968 hanya berjumlah satu orang, yaitu Drs. Cik Basir SH, MHI, dengan status Hakim tetap, aktif.

“Jumlah hakim saat ini ada 27 Hakim, termasuk Ketua dan Wakil Ketua,” ungkap Dodi.

Meski demikian, sambung Dodi, minimnya Hakim muda tidak sampai mengganggu proses penyelesaian perkara yang masuk setiap tahunnya. “Apabila ditambahkan dengan hakim-hakim yang masih muda mungkin akan sangat efektif,” harapnya.

Sementara untuk ruang sidang, ia menyebut saat ini menggunakan tiga ruangan yang ada. “Kalau ditambah mungkin juga akan lebih baik, meski memang kendala tempat yang tidak memungkinkan,” tutupnya. (Wira)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here