Penghapusan Denda dan Bunga Pajak Kendaraan oleh Pemprov Sumsel
Tampak aliran PDAM Tirta Betuah.

Warga Talang Kelapa Ngeluh Aliran PDAM

Pangkalan Balai, Detik Sumsel – Meskipun ada beberapa kali  terlihat ada kegiatan perbaikan dari segi infrastruktur, hingga manajemen baru-baru ini yang dilakukan oleh pihak PDAM Tirta Betuah Kabupaten Banyuasin, namun hingga saat ini masih menjadi keluhan banyak warga. Antara lain adalah jadwal hidupnya air yang tidak menentu hingga kualitas air yang mengalir ke rumah warga.

Seperti yang dikatakan oleh Zainal Abidin salah seorang warga Komp. Griya Handayani RT.44 RW.15 No.15 kel. Sukajadi Kec. Talang Kelapa Kab. Banyuasin, Menurutnya, terhitung sejak tanggal 21 Juni 2019 air mengalir pada siang hari lebih kurang 4 jam. Berikutnya mengalir lagi tgl.28 Juni 2019. Pada tahun awal mengalirnya setiap 2 hari, berarti kata dia, seminggu 6 kali mengalir. Sekarang mengalir tidak tentu. Dirinya mencatat air mengalir kembali pada tgl.12 Juli, 20 Juli, 24 Juli, dan 28 Juli 2019.

Baca Juga :   Desak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di DPKD Banyuasin

“Sejak pertama kali mengalir hingga tanggal 28 Juli 2019 walaupun melakukan beberapa kali perbaikan airnya tetap keruh atau butek, sepertinya langsung mengalir dari sungai Musi tanpa melalui proses pengendapan,” katanya Selasa (30/7).

Mantan Jurkam Pasangan Banyuasin Bangkin ini menjelaskan bahwa sebelum perbaikan pipa induk tarif bayarannya seluruh pelanggan sama, yaitu berkisar Rp.33.000, setelah perbaikan menjadi Rp.64.000 Setelah adanya perbaikan karena gangguan pemasangan pipa gas, mengalir kembali sejak bulan Juni tersebut di atas, menurut infor masi yang diterimanya beredar di media sosial tarif pembayarannya menjadi Rp.160.000,-an.

“Kalau sudah seperti ini apakah masih ada cara PDAM Tirta Betuah untuk menjernihkan airnya sehingga layak dikonsumsi untuk memasak makanan dan mencuci pakaian, bahkan untuk berwudhu,” keluhnya.

Lebih lanjut dirinya mempertanyakan Apakah tarif bayaran air PDAM Tirta Betuah ditentukan karena satu bulan ada air yang dialirkan kepada konsumen, bukan berdasarkan pemakaian konsumen.

Baca Juga :   Huzaimah Tomas Pulau Rimau : Terima Kasih Pak Askolani

“Kalau tarif bayaran ditentukan karena adanya air yang dialirkan dalam waktu 1 bulan, jadi apa gunanya meteran itu,” tanya nya.

Sementara itu, Dedi Kepala Cabang Talang Kelapa PDAM Tirta Betuah Kab. Banyuasin mengatakan, untuk masalah jadwal mengapa tak menentu, karena keadaan masih seperti dulu belum ada penambahan pompa mau pun pengolahan nya.

“Posisi skarang ini debit pompa intek kita kecil karena air nya sedang surut. Maka dari itu perlu penambahan debit agar air masuk dan air kluar nya imbang,” jelasnya saat dihubungi Detik Sumsel via pesan Whatsapp.

Ditambahkannya, Kualitasnya memang masih belum jernih karena pengolahan yang lama itu sudah tidak layak lagi.

“Itu sekarang kita mau ngejer ngidupin pam kita yang baru. Tapi masih terkendala di Pln nya, yang sekarang lagi di urus,” pungkasnya.(Bra)

H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC
Lakukan Penukaran Uang

About Bara Revolusioner

Avatar

Check Also

Bupati Askolani Gandeng IPB Kembangkan Kelembagaan Usaha Tani Agrosistem Cerdas Industri 4.0

IPB Kembangkan Kelembagaan Usaha Tani Agrosistem Cerdas Industri 4.0 di Banyuasin Pangkalan Balai, Detik Sumsel …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *