Iklan
Pemprov
Warga Desa Tirta Mulia saat meyampaikan permasalahan kepada Tim Nawacita Presiden Republik Indonesia, Ruri Jumar Saef

Warga Desa Tirta Mulia Taruh Harapan kepada Tim Nawacita

Kayuagung, Detik Sumsel – Terkait adanya surat aduan dari kelompok masyarakat Desa Tirta Mulia Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten OKI, Sumatera Selatan terkait sengketa lahan dengan perusahan PT SAML, Tim Nawacita Presiden Republik Indonesia, Ruri Jumar Saef langsung terjun guna meninjau langsung lokasi yang memiliki luas lahan 1.100 Hektar dengan status lahan adalah APL.

Dikatakan Ruri, bahwa lahan tersebut merupakan lahan yang diperuntuhkan untuk perluasan kawasan transmigrasi pada tahun 1982 hingga tahun 1997.

Pada tahun 2017, masyarakat mulai melakukan pemanfaatan lahan itu dengan penanaman padi seluas 1100 hk dan didukung oleh pemerintah Kabupaten dan Provinsi hingga terjadi dua kali Swasembada pangan di lahan tersebut.

“Akan tetapi tahun 2017, masyarakat dan PT SAML bersengketa tanpa melakukan koordinasi, tanpa melakukan ganti rugi ataupun komunikasi dari pihak-pihak terkait khususnya warga Desa Tirta Mulia,” kata Ruri dalam peninjauannya, Kamis (18/3).

“Masyarakat merasa sangat dirugikan sampai sekarang dan telah melakukan upaya-upaya untuk mendapatkan hak-hak mereka kembali terkait lahan tersebut,” tambahnya.

Baca Juga :   Bupati Askolani Gandeng IPB Kembangkan Kelembagaan Usaha Tani Agrosistem Cerdas Industri 4.0

Diungkapkannya, bahwa saat ini pihaknya telah melakukan komunikasi intensif dengan beberapa pihak, yaitu Kepala Desa dan Pendamping Desa.

“Yang kita butuhkan adalah peta kawasannya dan daftar Calon Petani dan Calon Lahan (CPCL) yang berapa kelompok tani yang melakukan pemanfaatan itu, serta surat peryataan bahwa memang mereka adalah petani penggarap yang ada di lahan APL tersebut,” ungkapnya.

Disampaikannya, setelah apa yang dibutuhkan tersebut telah diterima, pihaknya akan segera melanjutkan hal tersebut melalui penyampaikan kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Ditempat yang sama, selaku pendamping warga, Dedi menyampaikan, bahwa kedatangan Tim Nawacita sengaja atas laporan masyarakat tentang persoalan konflik. “Saya sebagai pendamping mengirim langsung surat kepada Presiden dan diterima langsung oleh tim nawacita,” ujarnya.

“Alhamdulillah tim nawacita langsung turun lapangan untuk melihat apakah benar lahan ini milik masyarkat dan memang benar ada,” ucap Dedi.

Baca Juga :   Sinergi Ulama dan Umara untuk Sumsel Maju

Diungkapkan Dedi, atas kedatangan Tim Nawacita tersebut, dirinya bersama warga saat ini merasa sangat optimis serta sangat berharap, persoalan terkait lahan tersebut dapat segera selesai. “Karena beliau ini langsung kontaknya kepresiden dan presiden punya hak untuk memutuskan persoalan ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Tirta Mulia, Muha’is juga menyampaikan hal yang sama, bahwa permasalahan yang dialami warganya diharapkan dapat segera terselesaikan.

“Mewakili seluruh masyarakat mengucapkan terimakasih, mudah-mudahan hadirnya Nawacita Presiden ini masalah kami bisa diselesaikan secapatya agar masyarakat bisa beraktifitas kembali seperti semula,” harapnya.

Salah satu tokoh masyarakat, Ahmad Suyono juga berharap kepada Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo untuk dapat segera mengembalikan hak yang dinilai telah diambil oleh pihak perusahan PT SAML.

“Kami sudah lelah dan capek selama ini dibikin susah, oleh itu saya mohon agar lahan hidup kami dikembalikan semua,” ucapnya (Ril/Bet)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Tahun Ini Hanya PPPK Guru Tes di Lahat

Lahat, Detik Sumsel- Pelaksanaan tes CPNS dan PPPK Pemkab Lahat segera dilaksanakan. Sejumlah kesiapan tengah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *