Gran Fondo
Masa dari warga Desa Pagar Batu saat melakukan aksi damai di depan Mapolres Lahat. Foto Heru/DS

Warga Desa Pagar Batu Minta ungkap Tragedi Berdarah di Perkebunan Sawit PT Artha Prigel

Lahat, Detik Sumsel — Puluhan masa dari Desa Pagar Batu, Kecamatan Pulau Pinang, Kabupaten Lahat melakukan aksi damai di Polres Lahat. Kedatangan masa tersebut untuk meminta Polres Lahat menangkap pembunuh lain, atas tewasnya dua warga Desa Pagar Batu ibas dari konflik berdarah antara perusahaan sawit PT Artha Prigel dengan warga Desa Pagar Batu beberapa waktu lalu.

“Kedatangan kami untuk menanyakan perkembangan atau kabar mengapa pelaku lainnya belum juga ditangkap,” kata Koodinator Aksi, Dede Chaniago saat orasi depan Mapolres Lahat. Senin (24/8)

Sementara, Kapolres Lahat, AKBP Ahmad Gusti Hartono SIK mengungkapkan, pihaknya telah menindak lanjuti hal tersebut secara maksimal. Terduga pelaku lain saat ini telah diterbitkan laporan polisi. Bahkan, bukti bukti telah dilengkapi dan telah melakukan pemeriksaan saksi saksi.

Baca Juga :   Pleno Penetapan DPTB2 di Tunda

“Sudah diterbitkan surat penangkapan serta daftar pencarian orang. Dalam proses penangkapan, kami minta doa dan restu agar segera tertangkap,” kata Gusti Hartono.

Lanjut Gusti, sampai hari ini dugaan pelaku ada dua. Satu sudah diproses, dan satu masih masih DPO. Untuk warga dirinya mengucapkan terima kasih karena masih memberikan kepercayaan kepada Polres Lahat untuk menindak lanjuti kasus ini secara profesional.

“Mudah mudahan kami bisa berusaha sebaik baiknya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” sampainya.

Sebelumnya, Sabtu (21/3/2020) terjadi bentrok antara warga dengan petugas perusahaan di lahan HGU, yang menyebab jatuh lima korban, dua diantaranya meninggal dunia, akibat sabetan senjata tajam. Yakni, Suyadi (35) dan Putra Bakti (32), warga Desa Pagar Batu.

Baca Juga :   Personel Basarnas Sisir Sungai Rawas Cari Tubuh Ajis

Sedangkan korban Sumarlin (38) dan Lion Agustin (35), harus mendapatkan perawatan di RSUD Lahat, akibat mengalami luka bacok. Sedangkan dari pihak perusahaan, atas nama Ujang Boy (38), yang berstatus Chief Security PT Arta Prigel, mengalami luka wajah dan kepala.Polres Lahat saat itu menetapkan Ujang Boy (38) sebagai tersangka.

Kapolres Lahat saat itu, AKBP Irwansyah SIK menjert Ujang Boy dengan pasal 351 ayat (2) dan (3) KUHP, yang diduga menyebabkan nyawa korban Putra mengalami luka tusuk, hingga tewas, juga menusuk Sumarlin kakak korban Putra. (heru).

H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC

About Heru Senovlan

Avatar

Check Also

Rebutan Hak Asuh Masih Mendominasi di Lahat

Lahat, Detik Sumsel — Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Lahat membeberkan, sepanjang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *