Pemerintah Sumatera Selatan
Beranda Daerah Walikota Prabumulih Data Pedagang PTM II

Walikota Prabumulih Data Pedagang PTM II

Tanggal : Pukul :
677
0
Walikota Prabumulih didampingi Ketua DPRD bertatap muka dan melakukan pendataan langsung jumlah pedagang. (Ichal/Detiksumsel.com)

#Pedagang Ayam Tuntut Diberikan Kios

Prabumulih, Detik Sumsel – Polemik pembagian lapak dan kios untuk pedagang di Pasar Tradisional Modern (PTM) II masih belum menemukan titik terang. Pasalnya lapak dan kios yang disiapkan Pemerintah Kota Prabumulih tidak sesuai jumlah pedagang.

Untuk itu, Walikota Prabumulih Ir H Ridho Yahya MM didampingi Ketua DPRD Prabumulih H Ahmad Palo dan anggota DPRD komisi tiga langsung turun tangan melakukan pendataan jumlah pedagang. Bertempat di Balai Karya, Kelurahan Pasar II, Kecamatan Prabumulih Utara, pendataan ini dilakukan berdasarkan jenis usaha pedagang.

“Pendataan ini kita kelompokan sesuai jenis usahanya. Untuk hari ini yang kita data adalah pedagang ayam dan pedagang daging,” ujar Ridho, Rabu (12/12).

Orang nomor satu di Kota Seinggok Sepemunyian ini menjelaskan, dari 51 jumlah pedagang ayam yang didata ternyata hanya 46 pedagang yang memiliki SK. Sedangkan sisanya ada nama namun tidak ada orangnya.

“Yang tidak ada orangnya terpaksa kita coret. Biar kita semua sama-sama tahu jumlah yang sebenarnya. Kalau untuk pedagang daging jumlahnya tetap 29 pedagang,” katanya.

Baca Juga :   Diduga Tercemar Limbah, Ribuan Ikan Sapu Jagad di Sungai Kelekar Mati

Ridho mengaku lapak dan kios yang disiapkan Pemkot Prabumulih adalah dari pedagang, untuk pedagang kepada pedagang. Sehingga untuk menghindari kericuhan maka dirinya menyerahkan kepada pedagang untuk mendata kembali siapa-siapa pedagang yang benar-benar telah memiliki SK.

“Karena yang lebih tau adalah pedagang, mereka yang sama-sama berdagang yang saling kenal, jadi tidak ada dikemudian hari muncul isu data pedagang yang ganda. Makanya kita absen satu persatu. Baik itu pedagang ayam dan pedagang daging,” bebernya.

Hanya saja, Ridho mengaku belum bisa memenuhi tuntutan pedagang untuk minta diberikan kios. Sebab bangunan yang disiapkan hanya berupa lapak. Akan tetapi tuntutan itu akan dipikirkan dengan membangunkan kios di lokasi eks terminal yang berada di belakang PTM I.

“Sebelumnya pedagang menolak menempati PTM II karena ukuran lapak yang kecil. Maka dari itu ukurannya kami perbesar. Namun sekarang pedagang malah minta kios dengan alasan kenyamanan. Kalau untuk saat ini belum bisa, mungkin tahun depan bisa kita laksanakan,” bebernya.

Baca Juga :   Setahun Menghilang, Pristian Akhirnya Terciduk

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Prabumulih Ahmad Palo meminta kepada para pedagang untuk tetap menerima dan menempati lapak yang telah disiapkan di PTM II. Sembari mencari solusi terbaik agar Pemkot Prabumulih bisa kembali membangun dan menyiapkan tempat yang lebih layak dan nyaman bagi para pedagang.

“Kita paham apa yang menjadi maksud dan tujuan yang disampaikan pedagang. Solusinya akan kita cari bersama-sama. Karena inilah tujuannya untuk menata pasar dan pedagang,” tuturnya.

Nurmila satu diantara pedagang ayam merasa keberatan jika tempat berdagang yang disiapkan pemerintah untuk pedagang berupa lapak, mengingat sebagian pedagang sebelumnya memiliki kios yang lebih nyaman untuk berjualan.

“Kalau bisa kami mintak kios, karena kalau meja tidak cukup dan kurang nyaman. Kalaupun memang diperbesar berapa ukurannya, dimana kami akan meletakan barang dagangan kami. Untuk keranjang ayam saja tidak cukup, apalagi derum dan mesin pembersih ayam. Kami harap ada solusi yang baik. Karena kami pedagang ayam butuh tempat yang besar dan nyaman,” tandasnya. (Ichal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here