Jajaran Redaksi Media Online DetikSumsel.com mengucapkan Hari Guru
Istimewa - Sampah medis yang dibuang ke sungai di kawasan Cawang Baru Kecamatan Dempo Utara.

Walhi : Pembuangan Sampah Medis ke Sungai Termasuk Kejahatan Lingkungan

Pagaralam, Detik Sumsel – Polres Pagaralam telah melakukan pemeriksaan terhadap dua pegawai Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pagaralam terkait sampah medis yang dibuang ke sungai di kawasan Cawang Baru, Kecamatan Dempo Utara beberapa waktu lalu.

Kini giliran Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumsel yang ikut angkat bicara terhadap kasus tersebut. Saat dihubungi via telepon seluler, Direktur Eksekutif Walhi Sumsel, Hairul Sobri mengatakan pihaknya meminta kepolisian mengungkap kasus limbah medis tersebut.

“Harus diungkap siapa pelaku pencemar lingkungan. Jangan sampai kejadian ini terulang,” katanya, Kamis (22/10).

Hairul juga mengingatkan, jika pengelolaan limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun) atau limbah infeksius, seharusnya mengikuti mekanisme yang diatur Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan tidak boleh sembarangan dibuang di ruang publik.

Baca Juga :   Safari Jumat di Lorong Badai Kalidoni, HD Sambangi Kediaman Mawarti

“Apalagi di Pagaralam, sungai menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat, apa yang dilakukan oleh oknum pembuang sampah limbah medis adalah kejahatan lingkungan, ini adalah kejadian yang luar biasa dan harus diungkap secepatnya karena limbah ini sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat dan ekosistem sungai,” jelasnya.

Hal itu sesuai dengan Surat Edaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bernomor SE.2/MENLHK/PSLB3/PLB.3/3/2020 tentang Pengelolaan Limbah (B3) dan Sampah Rumah Tangga dari penanganan Corona Virus Disease (Covid-19).

Oleh karena itu, Walhi Sumsel mendorong pihak terkait, baik kepolisian maupun DPRD untuk mengungkap pelaku pembuang limbah medis yang terjadi di wilayah Pagaralam.

Baca Juga :   Survei Charta Politika: AW Noviadi Ungguli Elektabilitas Ilyas Panji

“Harus diungkap siapa pelaku pencemar lingkungan, agar publik tidak menduga pelaku pembuang limbah adalah Dinas Kesehatan itu sendiri. Jangan sampai kejadian ini terus terulang dan tidak ada efek jera,” tegasnya.

Dia menjelaskan, secara teknis limbah infeksius harus dimasukkan ke dalam plastik dan tertutup rapat. Kemudian dilakukan pengolahan dengan cara dibakar menggunakan alat pembakar limbah padat yang berfungsi mengkonversi materi padat menjadi materi gas dan abu.

Dalam Surat Edaran Kementerian tersebut dijelaskan beberapa hal terkait dengan pengelolaan dan pengolahan limbah infeksius yang dikelompokkan menjadi tiga kategori, yaitu, limbah infeksius yang berasal dari fasilitas pelayanan kesehatan. (rendi)

H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC

About Rendi Pagaralam

Avatar

Check Also

Dandim Lahat: Prajurit Jangan Terlibat Main Wanita

Lahat, Detik Sumsel — Berkaca dari jumlah banyaknya jumlah mutasi prajurit di jajaran Markas Komando …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jajaran Redaksi Media Online DetikSumsel.com mengucapkan Sumpah Pemuda