Detik
Pemprov
Kasi Limbah B3 DLH Lahat, Chairul memeriksa data limbah covid-19. Foto Heru/DS.

Wajib Kumpulkan dan Laporkan Hasil Limbah Covid 19

Lahat, Detik Sumsel – Hasil rapat kerja teknis pengelolaan Limbah B3, limbah medis covid-19 dari fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes), fasilitas karantina dan isolasi mandiri, yang digelar oleh KLHK bersama Kemendagri, Kemenkes, via virtual Senin (1/3) menghasilkan, setiap Fasyankes wajib mengumpulkan dan melaporkan limbah covid-19 yang dihasilkan. Untuk di Kabupaten Lahat sendiri, selama pandemi tahun 2020, Dinas Kesehatan Lahat belum juga berikan pelaporan limbah covid-19 yang dihasilkan.

Kadis DLH Kabupaten Lahat, Agus Salman, melalui Kasi Limbah B3, M Chairul menuturkan, rapat kerja teknis itu dipimpin langsung oleh Rosa Vivien Ratnawati, Dirjen Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 KLHK. Menekankan limbah B3, limbah medis Covid-19 jangan sampai masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA). Untuk itu limbah medis covid-19 dihasilkan dari fasyankes, labor uji, rumah tangga yang melakukan isolasi mandiri, harus sudah dipilah sejak awal dan ditempatkan ke dalam wadah khusus yakni dropbox.

Baca Juga :   Ketua KNPI : Kita Harus Akui Pembangunan Sudah Dirasakan Masyarakat

“Selain harus dipilah, juga harus didata berapa banyak limbah medis covid-19 yang dihasilkan sesuai jenisnya,” kata Chairul, Selasa (2/3). Hal ini juga berlaku bagi yang melakukan isolasi mandiri di rumah, maupun di hotel. Baik yang masih kategori suspek, orang tanpa gejala, hingga positif. Limbah yang dihasilkan bisa seperti pakaian, tisu, masker, sarung tangan dan lainnya.

Chairul menambahkan, pemilahan limbah covid-19 tersebut dimaksudkan, agar petugas pengangkut tidak lagi bersentuhan dengan limbah berbahaya itu. Selanjutnya limbah medis covid-19 itu akan bermuara ke mesin incinerator untuk dimusnahkan. Untuk diketahui, kendati mesin incinerator di RSUD Lahat dan Dinkes Lahat belum mengantongi izin pengoprasian, selama masa pandemi belum berakhir KLHK memberikan pengecualian. Guna mengurangi potensi adanya penyebaran virus saat proses pengangkutan oleh pihak ke 3.

“Dalam rapat kerja teknis itu KLHK menekankan, kepada seluruh pengasil limbah medis covid-19, dan pengelola incinerator yang diizinkan beroprasi pada masa pandemi, wajib melaporkan limbah medis covid-19 yang dikelola melalui DLH,” tegasnya. Rapat kerja teknis juga diikuti oleh pusat pengelolaan ekoregion, Kadis DLH Provinsi Sumsel, Kadis Kesehatan Provinsi Sumsel, PHRI, Kadis DLH Lahat, dan Satgas Covid-19 se Indonesia.

Baca Juga :   Bupati Askolani Minta Isbat Nikah dan Sidang Dilapangan

Sementara, disinggung siapa saja fasyankes penghasil limbah covid-19, Cahirul membeberkan diantaranya RSUD Lahat, Puskesmas melalui Dinas Kesehatan Lahat, Klinik, dan RS DKT Lahat. Sedangkan untuk yang rutin memberikan pelaporan, hanya RSUD Lahat.

“Sudah kita surati, seperti Dinkes Lahat, bahkan sudah kita berikan lampiran Surat Keputusan dari Gubernur. Kalau RSUD Lahat tahun 2020 rutin memberikan dan masuk ke website KLHK, tapi tahun 2021 ini belum. Sedangkan Dinkes Lahat belum satu kalipun memberikan laporan, tidak tahu kenapa,” ucap Chairul. (heru)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

About Heru Senovlan

Avatar

Check Also

Silpa APBD TA 2020 Sumsel Capai Rp 40,4 Miliar

Palembang, Detik Sumsel- Terdapat Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) APBD tahun anggaran 2020 Pemprov Sumsel …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *