Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Liputan Khusus Wajah Baru Harapan Baru

Wajah Baru Harapan Baru

Tanggal : Pukul :
423
0
Petugas distribusi kotak surat suara kelelahan habis bekerja dan tentunya mereka pula menaruh harapan besar kepada anggota dewan terpilih nantinya. (Foto: Tohir/Detik Sumsel)

Lipsus, Detik Sumsel- Satu bulan pasca Pemilihan Legislatif (Pileg), sejumlah nama dipastikan lolos ke dewan perwakilan rakyat (DPR) baik daerah maupun nasional. Sejumlah nama baru dipastikan lolos dan menggantikan anggota lama yang banyak ‘gugur’.

Calon anggota legislatif (Caleg) DPRD OKI dari Partai Demokrat daerah pemilihan (dapil) II, Bayu Apriansach diprediksi akan mulus menjadi anggota DPRD OKI periode 2019-2024. Caleg berusia 23 tahun tersebut mengklaim, berdasarkan hasil rekapitulasi yang telah selesai dilakukan di tingkat PPK dapil II meliputi Kecamatan SP Padang, Jejawi dan Pampangan, Partai Demokrat meraih suara urutan kelima dari enam jumlah kursi yang diperebutkan.

“Untuk dapil II Demokrat mendapat peringkat kelima dari enam kursi yang ada. Alhamdulliah saya bisa meraih suara terbanyak,” tutur Bayu.

Dia mengaku tidak ada cara khusus menarik suara rakyat, kecuali melakukan pendekatan persuasif dengan masyarakat. “Tidak ada persiapan khusus jelang pelantikan nanti. Semua dijalankan seperti air mengalir,” kata Bayu mengklaim siap memperjuangkan aspirasi masyarakat di Kabupaten OKI.

Sementara itu, Calon Anggota DPRD Muba 2019-2024, Karan Karnedi, dirinya selama pencalonan dirinya turun ke pelosok desa dengan mendengarkan masukan dan keinginan masyarakat terhadap lingkungannya. Selain itu, melakukan sosialisasi melalui spanduk dan alat peraga yang sesuai dengan petunjuk KPU.

“Saya bersama tim pemenangan, berupaya turun ke lapangan dengan mendengarkan keinginan masyarakat. Sehingga, saat saya duduk di DPRD bisa memberikan yang terbaik atas aspirasi yang disampaikan,” kata pria yang juga menjabat sebagai Bendahara Karang Taruna Muba ini.

Lain halnya dengan Adriansyah, Caleg dari PKB, yang berhasil memenangi pertarungan di daerah pilih 1 (Kota Lahat). Ia menuturkan, banyak suka duka selama berjuang merebut hati masyarakat Kota Lahat. Apalagi dapil Kota Lahat banyak diisi oleh incumbent, dari partai-partai besar lainnya.

Baca Juga :   Catin Persoalkan Larangan Kreasi Mahar

“Apa lagi saat masuk ke basis rival, kita pernah pukul 12.00 malam pertemuan diam-diam dengan tim dan konstituen kita,” ujarnya.

Pertarungan ketat sangat dirasakannya ketika menjelang hari pencoblosan. Suara dari tim keluarga dan kundang kance (teman red), terus diperkuat baik melalui komunikasi langsung ataupun tim pemenangan.

“Kemenangan kita ini, ada samo tim. Mempersolidkan tim, benar-benar saya prioritaskan saat itu. Alhamdulillah kerja keras tim dan keluarga, akhirnya memuahkan hasil,” sampainya.

Jika ada nama baru di kursi dewan, tentu ada incumbent yang harus pensiun dini. H Subhan Ismail misalnya. Pasca tak terpilih menjadi anggota DPRD OKI, H Subhan berencana akan mengurusi bisnis timah yang selama ini sudah berjalan.

“Pastinya di sisa masa jabatan sebagai anggota dewan, saya tetap konsentrasi mengabdi sebagai wakil rakyat. Pasca habis masa jabatan, saya berencana akan mengurusi bisnis timah yang sudah berjalan sebelumnya,” tutur SBH, panggilan akrabnya ini.

Kendatipun belum mendapatkan amanah dari rakyat menjadi anggota DPRD OKI lima tahun ke depan, namun dirinya tetap yakin, mendedikasikan diri mengabdi kepada bangsa tidak harus dikalibrasi legislatif. Banyak cara lain untuk mengabdikan diri kepada bangsa.

“Kalah dan menang itu biasa saja dalam sebuah kompetisi. Jadi, memang harus dipersiapkan sejak dini, baik lahir maupun batin,” tutur politisi Partai NasDem OKI ini.

Sementara itu caleg gagal lainnya, Junaidi SH mengatakan, dirinya legowo dengan proses yang telah dilaksanakan selama pemilihan caleg DPRD Muba. Karena telah maksimal dengan berupaya meraup simpati dan suara dari masyarakat. “Usaha telah maksimal, jika belum berada di DPRD Muba, mungkin akan ada tempat lain untuk mengabdi untuk masyarakat,” pungkasnya.(tim)

Baca Juga :   Satu Pemilih Butuh Waktu 11 Menit Dalam Proses Pencoblosan

Empat Wajah Baru Senator RI

Empat anggota DPD RI asal Sumatera Selatan (Sumsel), dipastikan tidak akan masuk kembali ke senayan. Hal ini berdasarkan hasil perhitungan suara KPU Sumsel. Empat anggota DPD RI, bakal diisi dengan wajah baru, salah satunya Amaliah SKg.

Kepada Detik Sumsel, dirinya mengucapkan rasa syukur, telah diberi amanah dan kepercayaan masyarakat Sumsel, untuk mewakili aspirasi mereka.

“Untuk suara tidak ada target, tapi yang jelas saya terus melakukan sosialisasi dan pendekatan ke masyarakat,”ucap wanita yang akrab disapa Lia.

Yang terpenting, sebelum melakukan sesuatu, harus memohon restu kedua orang tua, dan suami. Setelah ada niatan untuk maju sebagai calon legislator ceritanya, dirinya sujud dan memohon doa restu kepada ayah, ibu dan suami.

“Restu ayah, ibu dan suami, sama saja dengan restu Allah, jika mereka tidak merestui, janganlah kita melakukannya,” ujar alumni kedokteran Gigi ini.

Setelah mendapat doa sambungnya, jangan lupa kita bekerja (bersosialisasi, red). Bila tidak, masyarakat tidak akan mengenal kita.

“Doa tanpa usaha adalah bohong, usaha tanpa doa adalah sombong, itu yang menjadi pegangan saya melangkah maju daftar DPD RI,” ucapnya.

Dari perhitungan suara KPU Sumsel, Amaliah maju sebagi anggota DPD RI bersama Hj Eva Susanti, Jialyka Maharani, dan Arniza Nilawati. (Pen)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here