Iklan
Pemprov
Bupati-Wabup Lahat, rapat koordinasi bersama tim Satgas Covid-19, foto Heru/DS.

Wabup Lahat Kesal, Tim Medis Covid Tidak Tanggap

Lahat, Detik Sumsel – Mulai kendornya koordinasi antar sesama tim Covid-19 di Kabupaten Lahat, membuat Wakil Bupati Lahat, Haryanto SE MM MBA jadi sedikit kesal. Apalagi pasca Hari Raya Idul Fitri 1442 H lalu angka pasien positif covid-19 di Lahat jadi meningkat, bahkan diantaranya merupakan dua orang tua dan empat adik Wakil Bupati Lahat.

Kekesalan Wakil Bupati Lahat ini karena buruknya pelayanan yang diberikan tim medis, dalam penanganan warga yang diisolasi mandiri. Menurut Haryanto, pihak medis tidak hanya meminta warga yang terindikasi terpapar covid-19 untuk isolasi mandiri, tanpa ada pemeriksaan medis lanjutan. Dengan begitu baik fisik dan fesikologis tidak tambah memburuk.

“Jangan hanya teori saja, bagaimana praktek di lapangan. Ini terjadi di keluarga saya, 6 yang positif. Berbicara isolasi mandiri, apa hanya menyuruh orang jangan keluar rumah, tanpa ada pemeriksaan medis lanjutan,” ujar Wakil Bupati Lahat, Rabu (26/5), saat rakor bersama Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Lahat.

Baca Juga :   Polda Sumsel Ungkap 28 Kasus 3 C Sepanjang Juli Hingga Awal Agustus

Haryanto menyadari, 6 keluarganya yang dinyatakan positif itu terdata sebagai warga Kecamatan Mulak Sebingkai, namun kondisinya diisolasi di Kecamatan Kota Lahat agar mudah terpantau. Namun untuk penanganan medis apakah harus menunggu dari Puskesmas Mulak Ulu, meski dalam kondisi darurat.

“Kalau selalu menunggu petugas medis dari Puskesmas Mulak Ulu, kelamaan. Untung saya punye adik banyak, nanti kalau saya pusing saya lepaskan semua mereka,” tegas Haryanto kepada tim medis dari Dinas Kesehatan Lahat.

Menurut Haryanto kekesalannya ini bukan berarti keluarganya harus jadi prioritas untuk ditangani. Namun hal ini memperlihatkan buruknya kinerja maupun koordinasi dari tim medis dalam menangani pasien yang diisolasi mandiri. Jika alasan anggaran, anggaran sudah diberikan besar, namun buruk dalam pelayanan.

“Ini keluarga saya, apalagi masyarakat biasa. Saya mohon maaf jika sedikit agak keras, ini untuk kebaikan bersama, jangan sampai masyarakat yang dipinta isolasi mandiri juga mengalami hal serupa,” pinta Wakil Bupati Lahat.

Baca Juga :   Keceriaan Anak anak Ditengah Musibah Banjir

Usai mendengar penjelasan dari OPD terkait, Bupati Lahat, Cik Ujang meminta, perkuat koordinasi antar satgas, jangan sampai lagi ada warga Lahat yang sedang menderita mala jadi kesusahan.

“Jangan ada lagi lempar tanggung jawab. RSUD, Dinkes, BPBD, pelayanan harus ditingkatkan. Saya yakin bapak-ibu semua bisa, karena sudah terdidik,” tegas Bupati Lahat, Selasa (25/5).

Bupati Lahat mengatakan, dibelinya alat PCR itu agar hasil swab warga lahat cepat keluar, sehingga tidak ada lagi kesalahan data dan penanganan. Untuk kuota tes swab diminta tidak perlu harus menunggu sampai kuota 16 orang, jika ada yang meninggal bisa segera tahu apa harus dikubur secara protkes atau tidak.

“Jangan sekali-sekali yang tidak covid dicovidkan, haram itu, itu hanya buat masyarakat sakit hati. Data dari RSUD dan Dinas Kesehatan jangan berbeda, malu, itu menunjukkan tidak ada koordinasi yang baik,” sampainya. (Heru)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Tips Sukses Jadi Pemimpin Ala Kapolda Sumsel Untuk Generasi Milenial

Palembang, Detik Sumsel – Kapolda Sulsel Irjen Pol. Prof. Dr. Eko Indra Heri, S., M.M …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *