Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Advertorial Usulan RKPD 2020, Masuk Senilai Rp 22,4 T

Usulan RKPD 2020, Masuk Senilai Rp 22,4 T

Tanggal : Pukul :
669
0
Bupati Muara Enim Ir H Ahmad Yani MM saat membuka kegiatan Forum Perangkat Daerah Kabupaten Muara Enim tahun 2019 menggelar acara penyusunan rencana kerja perangkat daerah (RKPD) tahun 2020.
Bupati Muara Enim Ir H Ahmad Yani MM saat membuka kegiatan Forum Perangkat Daerah Kabupaten Muara Enim tahun 2019 menggelar acara penyusunan rencana kerja perangkat daerah (RKPD) tahun 2020. (Foto Istimewa)

#Pemkab Targetkan Kemiskinan Turun 1 Digit

Muara Enim, Detik Sumsel- Forum Perangkat Daerah Kabupaten Muara Enim tahun 2019 menggelar  acara penyusunan Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) pada 2020 yang bertema Pemantapan Infrastruktur Dasar Untuk Kesejahteraan Rakyat yang digelar di ruang Pangripta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Muara Enim, Senin (11/3).

Dalam penyusunan RKPD tahun 2020 itu diketahui dari musyawarah perencanaan pembangunan di tingkat kecamatan(Musrenbangcam) sebelumnya tertampung sebanyak 4262 usulan diperkirakan menelan anggaran sebesar Rp.22,4 triliun. Hadir dalam pembukaan acara itu Bupati Muara Enim, Ir H Ahmad Yani MM, Wakil Bupati Muara Enim, H Juarsah SH, Sekretaris Daerah (Sekda) Muara Enim, H Hasanudin, serta kepala dinas/badan/bagian seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Muara Enim.

Kepala Bappeda Kabupaten Muara Enim, H Ramlan Suryadi ST MM dalam sambutannya mengatakan, penyusunan RKPD tahun 2020 ini merupakan rangkaian perencanaan pembangunan yang sebelumnya melalui Musrenbang di tingkat desa, kecamatan sampai Musrenbang tingkat Kabupaten. Dengan digelarnya forum perangkat daerah dalam upaya penyusunan RKPD tahun 2020 ini, merupakan salah satu upaya untuk menyelaraskan usulan masyarakat dengan program pembangunan yang akan dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Muara Enim tahun 2020 mendatang.

“Hasil musrenbangcam yang telah dilalui sebanyak 4.262 usulan kegiatan telah ditampung yang diperkirakan dengan rencana biaya pembangunan sebesar Rp. 22,4 triliun. Usulan itu juga sudah menampung sebanyak 241 usulan dari legislatif hasil reses,” ungkap Ramlan.

Ditambahkan Ramlan, dalam penyusunan perencanaan pembangunan tahun 2020 tersebut ada 12 isu strategis terkait masalah pembangunan yang ada di Muara Enim yakni isu penurunan angka kemiskinan, peningkatan dan pengembangan SDM, penurunan tingkat pengangguran, pemanfaatan bonus demografi, peningkatan nilai keagamaan, peningkatan investasi berbasis potensi lokal, pengembangan ekonomi berbasis masyarakat, peningkatan konektifitas antar wilayah dan pembangunan infrastruktur dasar, peningkatan pelayanan kualitas publik, peningkatan kualitas lingkungan hidup, mitigasi dan tanggap bencana, peningkatan produktifitas pertanian dan kesejahteraan petani serta pengembangan energi baru dan terbarukan.

“Pada tahun 2020, telah direncanakan pendapatan sebesar Rp. 2,4 triliun di luar tambahan dana pusat berupa dana alokasi khusus(DAK) dan dana alokasi umum(DAU). Sinkronisasi program ini juga dalam upaya percepatan pencapaian visi dan misi Muara Enim serta harmonisasi antara eksekutif dan legislatif dan pemangku kepentingan lainnya,” terang dia.

Bupati Muara Enim Ir H Ahmad Yani MM dalam sambutannya mengatakan forum perangkat daerah(FPD) ini merupakan forum resmi dan menjadi suatu langkah perencanaan pembangunan. “Forum ini dimaksudkan untuk menyelaraskan usulan masyarakat di desa, kelurahan, kecamatan, usulan DPRD melalui reses dan memperhatikan arah kebijakan dan prioritas pembangunan. Outputnya, yakni rancangan RKPD tahun 2020 yang disusun bersama dalam perencanaan teknokratik sehingga program yang direalisasikan sesuai keinginan masyarakat,” tegas Bupati.

Dengan telah dilaluinya tahapan perencanaan dan melalui pembahasan mendalam, kata Yani, sehingga output RKPD dalam bentuk KUA PPAS tahun 2020 diharapkan lebih aspiratif dan akomodatif.

“Tentunya diperlukan koordinasi, konsultasi dan sinkronisasi terkait program yang dibuat,” katanya.

Dikatakan Bupati, ada 7 program priotitas sesuai visi dan misi Muara Enim untuk rakyat  yang sudah berjalan. Diantaranya, peningkatan SDM berkualitas dan bertakwa dimana 1000 guru ngaji, anak yatim dan kaum duafa sedang didata lagi untuk diverifikasi, demikian pula data keluarga miskin, dan lansia diverifikasi sehingga lebih valid. Program pendidikan da kesehatan juga sudah mulai jalan, dan pembangunan jalan tol juga akan segera direalisasikan.

“Sudah mulai ada perubahan SAKIP meningkat dari poin 70 menjadi 75 sehingga harapan dapat ditingkatkan menjadi A dari BB yang diraih saat ini. Kondisi infrastruktur jalan 72 persen masih baik, dan memang hanya infrastruktur dasar yang diperlukan pemantapan dalam menopang kesejahteraan rakyat,” kata dia.

Dalam kesempatan itu, Bupati memberikan arahan agar FPD dalam menyusun RKPD dapat mempedomani program prioritas pembangunan sesuai visi dan misi Muara Enim untuk rakyat.

“Target kita kemiskinan dari 2 digit turun menjadi 1 digit penurunan kemiskinan. Demikian pula, peningkatan kualitas pembangunan desa serta fokus pembangunan di desa hingga selesai. Kalau bangun jalan harus selesai jangan terpotong. BUMDes juga perlu sangat penting tapi belum optimalnya pengelolaan membuat keberadaan BUMDes terabaikan. Saya minta pak Camat untuk mengarahkan kades untuk bentuk BUMDes untuk pemenuhan kebutuhan sendiri seperti usaha pupuk, usaha beras dan usaha ATK sehingga jika kebutuhan perangkat desa terpenuhi, maka pemerintahan desa bisa berjalan dalam melayani masyarakat. Untuk pendanaan desa yang belum terakomodir di desa, akan diback up oleh Pemkab dalam bentuk program usulan desa yang disusun dalam RKPD yang dilaksanakan seperti hari ini,” beber Bupati. (ndi/Adv)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here