Gran Fondo
Salah satu pegawai RSUD dirawat intensif, setelah keracunan makanan takjil. Foto Heru/DS

Usai Santap Takjil 46 Pegawai RSUD Lahat Keracunan

Lahat, Detik Sumsel — Jika biasanya IGD RSUD Lahat dipenuhi oleh masyarakat. Kali ini malah dipenuhi oleh pegawainya sendiri. Setidaknya, 46 dari 113 pegawai RSUD Lahat, termasuk cleaning service, kali ini mala mendapatkan perawatan di tempat mereka bekerja. Gara-gara diduga mengalami keracunan setelah menyantap takjil dan kolak, saat berbuka puasa.

Lilis, salah satu pegawai Cleaning Cervis korban keracunan menceritakan, ia merasakan gejala mual dan sakit kepala persis tidak lama usai berbuka puasa. Saat itu dirinya hanya memakan dan meminum yang diberikan oleh pihak rumah sakit.

Baca Juga :   Penembak Brutal Masjid Langsung Disidang

“Malamnya sekitar pukul 20.00 WIB, baru terasa pusing, perut mules, mual hingga muntah,” ungkapnya, Sabtu (11/5).

Sementara, Direktur RSUD Lahat, dr Hj Laela Cholik MKes membenarkan, memang ada pihak rumah sakit umum yang membagikan makanan berupa takjil, dan kolak ke para pegawai rumah sakit. Takjil ini dibagikan setiap hari selama bulan ramadan. Tercatat ada 9 pegawai terpaksa dirawat insentif.

“Kita masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium, makanan dan minuman mana yang menyebabkan petugas muntaber. Yang terpenting saat ini, adalah menangani korban dahulu,” terang dr Hj Laela Cholik.

Baca Juga :   Setiap Keluarga di Muara Enim Dapat Sembako Senilai Rp 200 Ribu

Terpisah, Kapolres Lahat, AKBP Ferry Harahap SIK, melalui Kasat Reskrim, AKP Satria Dwi Darma SIK menerangkan pihaknya sudah mengambil data siapa saja, yang diduga keracunan. Saat itu pihaknya masih menunggu hasilnya dari laboratorium RSUD Lahat, penyebab pastinya.

“Masih kita selidiki. Kita tunggu hasil laboratorium dulu. Karena bukan hanya satu jenis makanan saja yang dikonsumsi korban ini,”terang Satria. (heru).

H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC

About Heru Senovlan

Avatar

Check Also

Investasi Melebihi Target, OKI Diganjar Reward

Kayuagung, Detik Sumsel — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKI melalui Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *