Pemerintah Sumatera Selatan
ACT GLOBAL QURBAN
Beranda Daerah Tuntutan Diabaikan, Ratusan Tenaga Medis RSUD OI Dipecat

Tuntutan Diabaikan, Ratusan Tenaga Medis RSUD OI Dipecat

Tanggal : Pukul :
1515
1
Tuntutan Diabaikan, Ratusan Tenaga Medis RSUD OI Dipecat

Indralaya, Detik Sumsel – Tragis dan miris, ungkapan inilah yang selalu dilontarkan masyarakat, saat mendengar ratusan honorer Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang dipecat secara tidak hormat oleh pihak RSUD Kabupaten Ogan Ilir.

Betapa tidak, alih-alih mendapatkan hasil dari tuntutannya melalui aksi unjuk rasa di Kantor DPRD dan RSUD beberapa waktu lalu, mereka malah ditanggapi dengan pemecatan oleh pihak RSUD Bumi Caram Seguguk.

Saat dikonfirmasi, Dirut RSUD Ogan Ilir, dr Roretta Arta Guna Riama mengaku, bahwa yang dipecat berjumlah 109 orang. “Sudah menjadi keputusan Bupati, kan SK honorer atau TKS (tenaga kerja sukarela) yang menerbitkan Bapak Bupati, jadi yang bisa memecat Bapak Bupati,” ujarnya, Kamis (21/5).

Dibeberkannya juga, jumlah 110 yang beredar di media sosial itu salah, melainkan hanya 109 honorer yang dipecat. “Bukan 110 pak, tapi 109,” katanya seraya mengaku SK pemecatan sudah keluar, tapi belum disampaikan kepada yang bersangkutan.

Baca Juga :   Guru Keluhkan 'Pembekuan' Dana Sertifikasi 10 Persen

“Sudah ditandatangani Bupati, surat pemecatannya, nanti pihak kepegawaian yang menyampaikan,” katanya.

Terpisah, Ketua DPRD Ogan Ilir Suharto yang dimintai pendapatnya soal pemecatan 109 tenaga medis RSUD Ogan Ilir itu mengaku prihatin.

“Pagi hari ini sudah saya perintahkan Direktur RSUD Ogan Ilir untuk memanggil seluruh tenaga medis yang tidak masuk, agar kembali bekerja. Namun dari keterangan Direktur, meski sudah dipanggil mereka tetap tidak mau masuk,” katanya.

Suharto sendiri berharap agar para tenaga medis yang telah diberhentikan jika ingin kembali bekerja agar menerima persyaratan yang telah ditentukan RSUD Ogan Ilir.

Baca Juga :   Satres Narkoba Musnahkan Ratusan Pil Ekstasi

Menanggapi hal ini, Ketua Fraksi Golkar Muhammad Iqbal mengaku, sangat menyayangkan apa yg di lakukan Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir.

“Kami sangat menyayangkan apa yang dilakukan Bupati, yang telah melakukan pemberhentian terhadap tenaga honor kesehatan di RSUD Ogan Ilir,” ujarnya.

Menurutnya, apa yang menjadi tuntutan para pendemo dalam hal ini honorer dibalas dengan pemecatan. “Kemarin berdemo menuntut agar dipenuhi beberapa kebutuhan dalam mengatasi Wabah Corona, namun apa yang didapat, mereka ternyata diberhentikan,” paparnya.

Padahal seharusnya, mereka diberi semangat dan dipenuhi segala keperluannya dalam menghadapi wabah ini. “Sekali lagi sangat menyedihkan, dan ini mungkin satu satunya kejadian yang menyedihkan buat tenaga kesehatan di Indonesia dalam menghadapi Corona ini,” katanya. (AL)

1 KOMENTAR

  1. Sudah ini suruh Bupati nyo bae yang ngurusi Corona jangan nyuruh tenago medis lagi, begawe lah sukarela gara gara mintak fasilitas bae malah dipecat secara idak hormat kan dak punyo atii dan dak punyo raso terimo kaseh Samo wong, cubo oi bapak bupati kau yang jadi tenago medis atau ado keluargo kau yang Saket Corona itu tapi dak ditanggapi wong cak Mano perasaan kau, jadi pemimpin kok dak tau caro memimpin, kalau dak biso mimpin mundur Bae pak dari jabatan nyo tu sebagai bupati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here