Pemprov
Pemkab Ogan Ilir telah menunggak tagihan listrik dalam beberapa bulan terakhir dengan tarif total miliaran rupiah.

Tunggak Listrik Rp 2.5 M, PLN Akan Putus Listrik Pemkab Ogan Ilir

Indralaya, Detik Sumsel- PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Indralaya hingga kini masih menunggu pembayaran tunggakan tagihan listrik oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Ilir.

Manajer PLN UP3 Indralaya, Rinaldo Sitorus mengungkapkan, Pemkab Ogan Ilir telah menunggak tagihan listrik dalam beberapa bulan terakhir dengan tarif total miliaran rupiah.

“Tunggakan tagihan listrik oleh Pemkab Ogan Ilir total Rp 2,5 miliar,” ungkap Rinaldo kepada wartawan di Indralaya, Selasa (23/2).

Rincian tagihan listrik tersebut yakni penerangan jalan umum (PJU) sebesar Rp 2 miliar yang belum dibayar sejak November tahun lalu.

Sementara untuk tarif listrik umum di wilayah Komplek Perkantoran Terpadu (KPT) Pemkab Ogan Ilir di Tanjung Senai sebesar Rp 450 juta yang belum dibayar sejak Januari lalu.

“Tarif listrik untuk PJU di kisaran Rp 400 juta hingga Rp 600 juta perbulan. Untuk umum, tarifnya di atas Rp 200 juta perbulan,” terang Rinaldo.

Baca Juga :   Pemkab OKI Ajak Dialog Demonstran, Ini Bahasannya

Sebelumnya, PLN UP3 Indralaya telah memutus aliran listrik PJU di sejumlah titik di Indralaya karena Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim) selaku penanggung jawab, tak kunjung melunasi tagihan listrik selama empat bulan sejak November tahun lalu.

“Sesuai prosedur, jika ada tunggakan di bulan pertama, maka ada pemutusan alat pengukur dan pembatas berupa kWH. Di bulan kedua jika nunggak lagi, maka kWH dan pemutusan aliran listrik untuk sementara,” terangnya.

Inilah yang terjadi pada aliran listrik di mulai dari wilayah Tanjung Senai di Indralaya hingga Kelurahan Timbangan di Indralaya Utara. Lampu padam dan menyulitkan pengendara di malam hari, bahkan sempat terjadi kecelakaan beberapa waktu lalu.

“Sebenarnya kami tidak ingin melakukan ini. Namun kami ada pertanggungjawaban terhadap pimpinan maupun manajemen,” tegas Rinaldo.

Pihaknya pun sejak empat bulan lalu telah tujuh kali mengirimkan surat kepada Pemkab Ogan Ilir agar melunasi tarif listrik yang jumlahnya miliaran rupiah tersebut.

Baca Juga :   Tanpa Persiapan Khusus, Sriwijaya FC Bidik 3 Poin di Kandang PSPS Riau

Manajemen PLN UP3 Indralaya rencananya dalam waktu dekat akan menemui Pelaksana Harian (PLH) Bupati Ogan Ilir, Aufa Syahrizal dan Penjabat Sekda, Muhsin Abdullah untuk membahas persoalan ini.

“Kami ingin menyampaikan, kiranya pemerintah khususnya perangkat daerah harus melunasi tagihan listrik dan tepat waktu. Jika tidak, mohon maaf, kami terpaksa mencabut aliran listrik di komplek pemerintah Ogan Ilir,” kata Rinaldo.

Sementara saat dikonfirmasi ke pihak Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Sofia Yohanes melalui Kepala Bidang Pembendaharaan Agus Bustomi mengatakan, lambannya pembayaraan listrik pemda dikarenakan adanya perubahan sistem dari yang lama ke baru.

“Ya, karena adanya perubahan sistem dari Simda ke SIPD oleh karena itu menjadi terhambat, namun dalam minggu dekat ini kita akan segera melaunasi tunggakan tersebut,”singkatnya.(AL)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

About Jamaluddin

Avatar

Check Also

Gubernur Targetkan Realisasi Vaksinasi di Sumsel Capai Angka 80 Persen

Palembang, Detik Sumsel –  Sejumlah upaya dilakukan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) untuk memutus mata …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *