Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Liputan Khusus Tren Kampanye Beralih ke Dunia Digital

Tren Kampanye Beralih ke Dunia Digital

Tanggal : Pukul :
1076
0
Tren kampanye Caleg era millenial beralih ke dunia digital.

Palembang, Detik Sumsel- Tren kampanye calon anggota legislatif (Caleg) 2019 berbeda dibanding Pileg sebelumnya. Jika dahulu memanfaatkan cara konvensional, dengan menggunakan banner, membagikan kartu nama, dan tatap muka langsung serta iklan di koran mulai beralih ke dunia digital. Kini Caleg menambah strategi merambah media sosial (Medsos) dan media online sebagai ajang sosialisasi dan kampanye mengajak dan mempengaruhi pemilih.


Perkembangan dunia maya begitu pesat dan mendapatkan pengaruh signifikan di mata publik. Untuk menjangkau ribuan dan bahkan jutaan pemilih, dapat dilakukan dengan satu klik saja, maka pesan tersampaikan. Kreatifitas mendesign dan kampanye tentunya menjadi daya tarik apalagi pengguna medsos seperti Instagram, Twiter dan Facebok mayoritas dari kalangan millenial. Begitu juga media online, pilihan media kredibel dan banyak pembacanya menjadi penentu.

“Isu kaum millenial menjadi pemicu tumbuhnya penggunaan medsos,” kata Pemerhati Jejaring Sosial, Ahmad Isnaini Sugiarta M.Kom kepada Detik Sumsel, Selasa (25/9).

Dikatakan, pengaruh medsos menjelang pemilu ini cukup besar di kalangan warga net. Hal ini sudah terbukti pada pesta rakyat lokal pemilihan kepala daerah di Sumatera Selatan, sehingga tidak heran keberhasilan ini diikuti oleh Calon wakil rakyat.

“Caleg menjadikan Medsos sebagai media kampanye agar dapat bersentuhan langsung dengan calon pemilih warga net,” kata Ahmad.

Baca Juga :   Gelar Zikir dan Doa Akbar Bersama Team Semadak dan Masyarakat

Pakar data Science ini pun mencontohkan, kampanye Caleg melalui Medsos bisa dilakukan dengan menguploud aktifas keseharian melalui photo dan status berikut visi dan misi yang dapat memengaruhi kontestansi untuk mendulang dukungan rakyat.

“Nilai pengaruh tertinggi pada komunikasi jaringan sosial politik dalam penggunaan medsos adalah photo dan status,” terangnya.

Caleg Manfaatkan Medsos untuk Kampanye

Jadwal dan tahapan kampanye Pemilu.

Pantauan Detik Sumsel, hampir setiap Caleg memanfaatkan medsos sebagai media kampanye. Seperti yang dilakukan oleh Caleg DPD RI Dapil Sumse, Lucianty Pahri yang mengaku telah memiliki akun pribadi baik di instagram, facebook dan twitter sebagai ajang sosialisasi.

“Sesuai dengan aturan KPH kita buat 10 akun masing-masing Medsos yang kita daftarkan sebagai media sosialisasi dan pencitraan,” kata Luci melalui ketua Tim, Ardiansyah MSI.

Hal senada diungkapkan calon anggota DPR RI dapil Sumsel 2 dari partai Hanura, Hendri Zainuddin. Menurutnya promosi di medsos sangat penting, apa lagi sekarang sebagaian besar masyarakat menggunakannya terutama generasi muda. “Zaman sekarang terbalik, jika dahulu orang tua yang menyuruh anak untuk memilih, sekarang ini anak yang merekomendasikan untuk memilih,” terangnya. 

Ia juga menuturkan bahwa, Salah satu syarat untuk dapat dipilih, seorang caleg harus terlebih dahulu dikenal baru kemudian di suka dan akhirnya dipilih. Salah satunya melalui medsos. “Mata pilih khususnya di Sumsel 2 ini kurang lebih 2,5 juta. Jika kita dapat 20 ribu – 40 ribu cukup lumayan, sisanya melalui jalur darat,” ungkapnya. 

Awasi Akun Medsos Caleg

Baca Juga :   Dewan Deadline Sebulan Tuntaskan Dualisme Kepengurusan Koperasi IPB
Ketua Bawaslu Sumsel, Junaidi (Ist)

Terkait maraknya Caleg, yang menggunakan medsos dalam berkampanye, membuat Badan Pengawas Pemilu juga melakukan pengawasan di dunia media sosial. 

“Setiap caleg wajib menyampaikan akun medsosnya maksimal 10 akun ke KPU,” kata Ketua Bawaslu Sumsel, Junaidi.

Saat ini lanjutnya, Bawaslu tengah meminta akun – akun medsos caleg ke KPU, untuk dilakukan pengawasan. Sehingga bila akun caleg melakukan hoax atau ujaran kebencian, bisa di rekomendasi penutupan akun.  

“Jika di medsos terbukti pidana, maka Bawaslu akan diserahkan ke Gakumdu, dan bila sudah diputuskan oleh pengadilan maka akan di diskualifikasi,” ujarnya.

Ia juga mengharapkan partisipasi masyarakat dalam, melakukan pengawasan kepada para caleg. “Tolong laporkan bila ditemukan suatu pelanggaran oleh para caleg, karena Bawaslu juga memiliki keterbatasan dengan jumlah caleg yang banyak,” himbaunya. (Pen/Buy)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here