Pasang Iklan Detik Sumsel
Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Politik Tolak Politisasi Masjid untuk Kepentingan Kampanye

Tolak Politisasi Masjid untuk Kepentingan Kampanye

Tanggal : Pukul :
205
0
Ketua Yayasan sekaligus Ta'mir Masjid Al-Islam Muhamad Cheng Ho, H Ahmad Affandi di acara Deklarasi Bersama Menolak Politisasi Masjid untuk Kepentingan Kampanye, (Maya/detiksumsel.com)

Palembang, Detik Sumsel – Masjid sebagai tempat beribadah bagi kaum muslim sejatinya tidak boleh dikotori dengan kegiatan-kegiatan berbau politik praktis. Terlebih, dimasa kampanye Pemilihan Legislatif (Pileg) maupun Pemilihan Presiden (Pilpres). Karena itu diperlukan pemahaman dan pengertian bersama semua pihak.

“Masjid sebagai tempat bermunajat sekaligus sarana ibadah dari umat islam harus dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemaslahatan umat. Artinya tidak dapat disamakan fungsinya dengan fasilitas umum lain seperti gedung pertemuan, hotel dan tempat-tempat bernilai komersil lain,” imbuh Ketua Yayasan sekaligus Ta’mir Masjid Al-Islam Muhamad Cheng Ho, H Ahmad Affandi di acara Deklarasi Bersama Menolak Politisasi Masjid untuk Kepentingan Kampanye, Jumat (05/04).

Affandi dengan tegas mengatakan, jangan kotori masjid dengan kegiatan-kegiatan selain beribadah. Selama ini banyak sekali caleg maupun tim sukses dari pasangan calon yang maju dalam Pemilu mengunakan masjid untuk tempat kampanye untuk meraih suara, yang dibalut dengan berbagai kegiatan keagamaan.

“Jangan jadikan masjid sebagai tempat kampaye, ini tempat Ibadah,” tegasnya.

Di kesempatan itu, Affandi tak lupa juga mengajak kepada seluruh kaum muslimin khususnya di Kota Palembang agar memakmurkan masjid yang diisi dengan kegiatan-kegiatan bernilai positif dan semata-mata hanya mengharapkan ridho allah SWT.

“Tidak ada larangan kita ingin bermunajat sekaligus berdoa kepada allah SWT di dalam masjid sesuai dengan tuntutan baginda rasulullah. Mengadulah hanya kepada allah SWT tapi tidak dengan menjadikan masjid sebagai tempat melakukan kegiatan politik,”ucap Affandi yang juga menjabat sebagai ketua Dewan Pimpinan Wilayah Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (DPW-PITI) Sumsel ini.

Sementara itu, Budi (32), salah seorang jemaah Masjid Al Islam Muhammad Cheng Ho sependapat dengan yang disampaikan Affandi. Menurutnya, tak hanya masjid tapi juga tempat-tempat ibadah umat beragama yang lainnya juga harus terbebas dari segala macam kegiatan yang berbau politik.

“Kembalikan fungsi tempat ibadah seperti masjid ini sesuai khitahnya saja. Jangan sampai ada kegiatan apapun yang berbau politik kasihan umat,”pintanya.(May)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here