Pemprov
Muslim terdakwa kasus pembunuhan saat mengajukan eksepsi atau keberatan atas dakwaan JPU dihadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Pangkalan Balai

Tolak Dakwaan JPU, Terdakwa Kasus Pembunuhan Ini Ajukan Eksepsi

Palembang, Detik Sumsel — Muslim terdakwa dugaan kasus pembunuhan terhadap Harudin yang terjadi di Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin Jumat 25 Agustus 2017 lalu mengajukan eksepsi atau keberatan atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum Yulius Dasa Saputra SH.

Dalam dakwaannya JPU mendakwa terdakwa Muslim dengan dakwaan Primair pasal 338 KUHP jo pasal 55 (1) ke 1 KUHP. Dakwaan Subsidair pasal 170 (1,2,3) KUHP. Lebih Subsidair pasal 351 KUHP (3) jo pasal 55 (1) ke 1 KUHP. Lebih lebih Subsidair pasal 351 (1) jo pasal 55 (1) ke 1 KUHP.

Eksepsi yang dibacakan langsung Suwito Winoto SH, Shellyanto SH MH, Agus Mirantawan SH dan Harry Susanto SH secara bergantian dihadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Pangkalan Balai Senin (1/4).

Dalam eksepsi tersebut kuasa hukum menilai dakwaan JPU yang didakwakan kepada terdakwa Muslim surat dakwaan nya tidak cermat, tidak jelas dan kabur atau Obscuure Libel.

Karena surat dakwaan JPU secara formil dan materil kabur (Obscuure Libel), menyesatkan dan secara substansi mengandung rekayasa hukum dengan sengaja mengabaikan hak hak daripada tersangka / terdakwa yang terkait langsung dengan rasa keadilan terhadap tersangka / terdakwa (pro justicia). Sehingga dakwaan JPU harus dibatalkan demi hukum.

Baca Juga :   Berantas 3C dan Narkoba di Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji Punya Treatment Khusus

“Atas dakwaan JPU terhadap terdakwa Muslim, kami tim kuasa hukum terdakwa Muslim menolaknya, karena dakwaan JPU kabur. Dimana dari empat pasal yang didakwakan JPU serta junto yang diberikan semuanya sama atau copy paste,”kata Suwito Winoto SH usai sidang Eksepsi di Pengadilan Negeri Pangkalan Balai Senin (1/4) sore.

Dari sinilah, lanjutnya terlihat keraguan dan keliruan JPU dalam mendakwa terdakwa Muslim. Dimana apa yang dilakukan oleh terdakwa Muslim tidak sesuai dengan pasal pasal yang didakwakan oleh JPU.

“Untuk kepada majelis hakim kami meminta agar membatalkan surat dakwaan JPU dan segera membebaskan terdakwa Muslim dari hukuman penjara,”harapnya.

Dijelaskannya, dalam surat dakwaan JPU berdasarkan BAP dari kepolisian tidak ada yang menyatakan bahwa terdakwa Muslim melakukan penusukan terhadap korban Harudin. Hanya ada satu saksi dari lima saksi yang di BAP yakni saksi atas nama Bayumi yang juga pelaku pembunuhan Harudin yang sudah menjalani hukuman itupun diterangkan dalam BAP tambahan.

Baca Juga :   Desak Penyelesaian Pembangunan Jaringan PDAM

“Saat sidang putusan Bayumi tahun 2018 lalu juga tidak disebutkan kalau terdakwa Muslim terlibat melakukan penusukan terhadap korban Harudin begitu juga bukti pisau yang digunakan untuk membunuh Harudin tidak pernah menyebutkan milik terdakwa Muslim,”terangnya.

Setelah mendengarkan Eksepsi dari kuasa hukum terdakwa Muslim, majelis hakim yang diketuai Hakim ketua Yudi Noviandri SH MH mempersilakan Jaksa Penuntut Umum untuk menanggapi Eksepsi dari terdakwa Muslim.

“Apakah akan ditanggapi oleh saudara JPU atas Eksepsi dari terdakwa,”tanya majelis hakim kepada JPU.

“Siap yang mulia, tanggapan Eksepsi dari terdakwa akan saya sampaikan pada minggu depan,”jawab JPU kepada majelis hakim.

Mendengar jawaban dari JPU, hakim ketua Yudi Noviandri SH MH akhirnya menutup persidangan dan sidang selanjutnya akan dilaksanakan pekan depan dengan agenda menanggapi eksepsi dari JPU.(oji)

H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC

About Fauzi

Avatar

Check Also

Gerak Cepat Anggota Jatanras Meringkus Pelaku Pengancaman yang Viral di Medsos

Palembang, Detik Sumsel — Gerak cepat dilakukan anggota Unit IV Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *