Gran Fondo
Kepala Satuan Koordinator Banser Cabang Muba, Eko Narno .

Toga dan Toma di Muba Tolak Aksi Kerusahan di Sidang MK

Sekayu, Detik Sumsel – Meskipun hasil putusan Mahkamah Konstitusi (MK) atas gugatan salah satu paslon Presiden dan Wakil Presiden pada Pemilu 2019 memang baru dikeluarkan pada tanggal 28 Juni 2019 mendatang, tetapi isu-isu yang bisa berpotensi menyebabkan kerusuhan sengaja dihembuskan.

Menyikapi permasalahan tersebut, sejumlah tokoh agama (Toga) dan tokoh masyarakat (Toma) membuat pernyataan, menolak keras setiap aksi kekerasan dan kerusahan yang bisa menimbulkan perpecahan.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Bayung Lencir, KH Dimiyati menegaskan, bahwa dirinya dan seluruh anggota MUI, menolak keras terhadap ancaman aksi kerusuhan, yang akan mewarnai persidangan sengketa pemilihan presiden (pilpres) dalam Pemilu 2019 di Mahkamah Konstitusi.

“Peristiwa 22 Mei di Jakarta lalu adalah pelajaran bagi semua, bagaimana aksi anarkis dan kerusuhan saat itu tentu sangat mengganggu ketentraman dan kedamaian negeri tercinta. Jika hal tersebut berulang, alangkah ruginya kita sebagai rakyat bangsa ini,” tegasnya saat dihubungi Selasa (11/6).

Baca Juga :   Razia Cipkon Ratusan Botol Miras Ilegal Disita

Dia mengungkapkan bahwa kerusuhan hanyalah tindakan yang sangat merugikan bangsa. Ketenangan, ketentraman, dan kedamaian masyarakat pun terusik akibat aksi-aksi kerusuhan.

“Biarkanlah semuanya berproses, saya menghimbau dan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak terpengaruh ataupun terprovokasi,”  himbaunya.

Sementara itu, Kepala Satuan Koordinator Banser Cabang Muba, Eko Narno dengan tegas menolah semua bentuk kekerasan menjelang penyelesaian sengketa Pilpres 2019 dalam sidang MK.

“Saya menolak kerasa semua aksis kekerasan, apalagi aksi-aksi kerusuhan yang dapat menodai proses konstitusi di MK tersebut. Sehingga saya mengajak semua pihak untuk tidak mudah terprovokasi berita-berita hoax, fitnah, dan hasutan yang mengajak kita untuk berbuat rusuh,” tegasnya.

Baca Juga :   Mertua Bupati OKI Meninggal Dunia

Dirinya juga mengajak untuk menyerahkan semua proses kepada lembaga hukum tertinggi . Sehingga tercipta kedamaian, dan Indonesia akan menjadi negara yang aman, tentran, damai dan maju di kancah dunia. “Jangan mudah terpancing isu, serahkan semuanya kepada lembaga yang telah ditunjuk oleh aturan,” pungkasnya.

Sementara itu Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan Idrus Sanjaya mengatakan menolak aksi demonstrasi yang bersifat kerusuhan selama sidang MK berlangsung.

“Kita serahkan saja pada mereka yang duduk di Mahkamah Konstitusi, karena mereka orang-orang profesional, jadi tak perlu lagi kita turun ke jalan apalagi yang bersifat anarkis. Jangan sampai bangsa kita diadu domba oleh elit politik maupun kelompok tak bertanggung jawab,” pungkasnya.

H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC

About Edy Parmansyah

Avatar

Check Also

Investasi Melebihi Target, OKI Diganjar Reward

Kayuagung, Detik Sumsel — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKI melalui Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *