Iklan
Pemprov
Kepala Diskominfo OKI Alexsander Bastomi (tengah) bersama Tenaga Ahli BSSN Sandromeda berfoto bersama usai memberikan Bimtek Pengamanan Informasi dilingkungan Pemkab OKI

Tingkatkan Keamanan Siber, Pemkab OKI Gelar Bimtek Keamanan Informasi

Kayuagung, Detik Sumsel-Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, memungkinkan terjadinya kejahatan siber yang semakin tinggi pula. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ilir (OKI) melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) OKI memberikan perhatian terhadap keamanan sistem informasi di Kabupaten OKI.

Kepala Diskominfo OKI Alexsander Bastomi mengatakan peningkatan kesadaran keamanan siber di tubuh pemda penting seiring tren serangan siber yang meningkat selama masa pandemi Covid-19.

“Di masa pandemi Covid-19, penggunaan teknologi informasi kian meningkat. Seiring itu juga, tren serangan siber beragam,” kata Alexsander pada kegiatan Bimtek Pengamanan Informasi dilingkungan Pemkab OKI, di Kayuagung, Senin (24/5/2021).

Guna mengantisipasi hal itu, lanjut Alexsander, selain membangun sistem informasi, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) perlu membangun kesadaran dan ketahanan siber dalam menjaga sistem jaringan IT dari serangan siber.

Baca Juga :   Pemkab Harus Ambil Langkah Soal Kluster Baru Covid-19

“Bukan sebatas membuat aplikasi lalu bisa running, namun mengabaikan securitynya,” tutur Alex.

Kegiatan pengamanan informasi di lingkungan Pemkab OKI ini menghadirkan berbagai narasumber dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Sementara itu, Tenaga Ahli BSSN Sandromeda menyarankan untuk mengantisipasi serangan siber terhadap masing-masing instansi, dengan menerapkan standar keamanan informasi yang kokoh, dan sudah ditentukan oleh masing-masing sektor.

Salah satunya standar keamanan sebuah instansi pemerintahan adalah standar yang sesuai Peraturan BSSN No 8/2020 yaitu SNI ISO 27001.

Tidak hanya itu, kata Sandro, budaya keamanan informasi di sebuah organisasi juga harus terbangun, sehingga mereka lebih peduli terhadap data yang beredar.

Baca Juga :   Tiga Kali Beraksi, Pelaku Curanmor Ini Merintih Kesakitan Setelah Timah Panas Bersarang Dikakinya

“Baru sebagian yang memenuhi standar keamanan,” terangnya.

Untuk menghindari pelaku peretasan, lanjut dia, sebaiknya mulai saat ini semua instansi di bawah pemerintah wajib bekerjasama dengan BSSN untuk melakukan audit digital forensic guna menutupi celah sistem keamanan siber.

“Pemerintah juga wajib melakukan pengujian sistem atau Penetration Test (Pentest) secara berkala kepada seluruh sistem lembaga pemerintahan. Ini sebagai langkah preventif sehingga dari awal dapat ditemukan kelemahan yang harus diperbaiki,” jelasnya.

Dengan ketahanan siber, maka tidak ada data-data penting yang dirusak atau dicuri untuk kepentingan para peretas.(Iyan)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Targetkan Hanura Pagaralam Lima Kursi di Pileg 2024

Pagaralam, Detik Sumsel- Setelah sukses menggelar menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *