Iklan
Pemprov
Defri pelaku pencurian motor saat diamankan di ruang unit V Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel

Tiga Kali Beraksi, Pelaku Curanmor Ini Merintih Kesakitan Setelah Timah Panas Bersarang Dikakinya

Palembang, Detik Sumsel — Defri Ramadhansyah (22) Perumahan Bulu Jadongan, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin ini hanya bisa merintih menahan sakit akibat luka tembak di kakinya. Defri ditembak anggota unit V Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel pimpinan Kompol Sukri A Rivai lantaran terlibat dalam kasus pencurian kendaraan bermotor.

Anggota melumpuhkan kaki tersangka lantaran melakukan perlawanan pada saat dilakukan penangkapan. Sehingga anggota langsung memberikan tindakan tegas dan terukur dikakinya.

Dihadapan polisi Defri mengaku aksi pencurian sepeda motor yang dilakukannya di Jalan Kolonel H Burlian KM 7 tersebut sudah tiga kali dilakukan.

Saat beraksi Defri tidak sendirian, melainkan bersama satu orang rekannya yang saat ini masih dalam pengejaran pihak kepolisian.

Baca Juga :   Setiap Hari Warga Banyuasin Bersabar Hadapi Macet

“Waktu itu aku yang ngambek motornya pak, teman aku yang satunya itu nunggu diatas motor. Kalau di KM 7 sudah tiga kali, ditempat lain dua kali jadi lima kali kami mencuri motor itu,” kata Defri, Kamis (22/4/2021).

Setelah itiitu, motor hasil curian dijualnya kepada penadah yang sudah menunggu motor tersebut.

Ia baru mencuri motor saat ada pesanan sepeda motor dari orang yang mau membeli sepeda motor dengannya.

Berbekal kunci T, pelaku pun beraksi di siang hari sembari melihat kondisi sekitar yang dalam keadaan sepi.

Baca Juga :   Positif Covid-19 di Muba Bertambah Enam Kasus

“Memang sepi tempat kami mencuri motor itu, motor yang kami gunakan itu motor teman. Setelah berhasil motor curian itu aku jual dua juta, uangnya untuk beli baju,” katanya.

Sementara itu, Kasubdit 3 Jatanras Polda Sumsel, Kompol Christoper Panjaitan melalui Kanit 5, Kompol Sukri A Rivai mengatakan bahwa pelaku sudah lima kali beraksi melakukan pencurian sepeda motor.

“Pelaku ini merupakan sindikat pencurian sepeda motor. Pelaku beraksi setiap ada pesanan seseorang yang ingin sepeda motor merek tertentu,” katanya.

Atas kejadian tersebut, pelaku terancam pasal 363 KUHP dengan ancaman diatas lima tahun penjara.(oji).

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Selama Covid-19 Kebutuhan Darah Melonjak

Palembang, Detik Sumsel – Kebutuhan akan darah selama pandemi Covid-19 di Kota Palembang mengalami lonjakan, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *