Iklan Detik Sumsel

Tidak Terkontrol Pegawai, Bandar Lebih Aman Kendalikan Peredaran Narkoba Dari dalam Lapas

0
501
Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara didampingi Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel Kombes Pol Farman saat merilis hasil tangkapan sembilan kilogram sabu dan 15 ribu butir pil ekstasi

Palembang, Detik Sumsel — Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel menangkap lima tersangka bandar besar narkoba jenis sabu sabu dengan total barang bukti yang ditemukan sembilan kilogram sabu sabu dan 15 ribu butir pil ekstasi.

Kelimanya adalah Saeful Ridwan (51) dan Hermansyah kedua warga Aceh ini ditangkap Selasa (23/10) di SPBU Jalan Baypass terminal Alang-alang Lebar, Kecamatan Alang-alang Lebar Palembang dengan barang bukti lima kilogram narkoba jenis sabu sabu yang dibungkus dalam kantong teh merk Guan Yin Wang yang ditemukan didalam tas ransel yang dibawa salah satu tersangka.

Keesokan harinya Rabu (24/10) petugas kembali menangkap tiga tersangka di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Banyuasin dengan barang bukti empat kilogram sabu sabu dan 15 ribu butir pil ekstasi.

Ketiganya Ryan Hidayat (26) pegawai Lapas Narkotika Banyuasin Arman alias Aji narapidana LP Narkotika Kelas III Banyuasin, dan Rimbo Lasmono alias Rembo narapidana LP Narkotika Banyuasin.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel Kombes Pol Farman menjelaskan dari hasil introgasi tersangka bandar narkoba yang ditangkap didalam Lapas mereka mengaku lebih aman bertransaksi narkobanya dibalik penjara.

“Karena itulah para bandar memilih bertransaksi dan mengendalikan peredaran narkoba dipenjara karena tak langsung petugas sulit untuk ditangkap mereka ini hasil wawancara kami dengan bandar yang ditangkap di Lapas Narkotika Banyuasin,”ucapnya usai pres rilis di Mapolda Sumsel Senin (29/10).

Seharusnya, hal ini tidak terjadi jika pihak Lapas mengontrol dan mengawasi pergerakan narapidana yang mendekam di Lapas tersebut.

“Mana kalah terindikasi adanya peredaran narkoba yang dikendalikan didalam Lapas yang melibatkan pegawai Lapas Ditresnarkoba selalu berkoordinasi dengan Kalapas ataupun Kakanwil Kemenkumham,”katanya.

Dijelaskannya, sepanjang 2018 Ditresnarkoba Polda Sumsel sudah menangkap lima orang narapidana yang mengendalikan peredaran narkoba dibalik penjara belum lagi di Polres jajaran yang melibatkan dua pegawai Lapas yang satu di Lapas Merah Mata dan satunya Lapas Narkotika Banyuasin.

“Kami Ditresnarkoba Polda Sumsel sudah memetakan Lapas lapas mana saja diwilayah Sumsel yang rawan peredaran narkoba yang dikendalikan oleh pegawai nya. Dan ini bukan saja di Lapas di Sumsel melainkan seluruh Lapas yang ada di Indonesia,”jelasnya.

Untuk dua lokasi dengan lima orang tersangka yang ditangkap oleh pihaknya, Farman menjelaskan mereka berasal dari jaringan yang berbeda.

“Untuk dua tersangka yang ditangkap dengan barang bukti lima kilogram sabu jaringan Medan dan Aceh. Sedangkan tiga tersangka yang ditangkap di Lapas Narkotika Banyuasin jaringan Riau dan Jambi,”jelasnya.

Meskipun sudah ada yang ditangkap jaringan ini tidak terputus, justru mereka lebih membesarkan jaringan mereka yang sudah dibangun dari dalam Lapas.

“Seperti yang kami tangkap di Lapas Merah Mata, dimana didalam Lapas sang bandar bisa mengendalikan peredaran narkoba yang berada di luar Lapas,”pungkasnya.(oji)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here