Penghapusan Denda dan Bunga Pajak Kendaraan oleh Pemprov Sumsel
Sejumlah perwakilan Komunitas Pedagang Kota Prabumulih menyampaikan keluhan kepada Ketua DPRD Kota Prabumulih. (Ichal/detiksumsel.com)

Tidak Kebagian Kios, Pedagang Curhat ke DPRD

Prabumulih, Detik Sumsel – Kisruh pembagian lapak dan kios Pasar Tradisional Modern (PTM) 2 terus berlanjut. Meskipun Pemerintah Kota Prabumulih belum dapat memastikan jadwal pembagian lapak dan kios, namun masih banyak diantaranya pedagang yang belum masuk daftar pembagian.

Masalah ini pun membuat sejumlah pedagang resah dan protes. Beberapa perwakilan pedagang yang mengatasnamakan dirinya sebagai Komunitas Pedagang Kota Prabumulih (KPKP) pun mendatangi gedung DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kota Prabumulih untuk mengadukan nasib mereka.

“Kami heran, mengapa masih ada pedagang yang tidak masuk dalam daftar penerima lapak dan kios. Bahkan yang lebih anehnya lagi, pedagang yang tidak kebagian ini adalah mereka yang sudah lama berjualan di pasar. Sedangkan yang baru berjualan masuk dalam daftar penerima,” ujar Azadin salah satu perwakilan pedagang saat menyampaikan keluhannya di kantor DPRD Kota Prabumulih, Selasa (06/11).

Hal senada juga disampaikan oleh Ika, pedagang telur ayam ini mengaku awalnya memiliki dua kios dan dua los di lokasi eks gedung Pasar Inpres. Namun, dirinya hanya mendapatkan jatah satu lapak. Menurutnya hal tersebut tidak sesuai dengan apa yang ia terima.

Baca Juga :   Gubernur Gelontorkan Anggaran Rp15 M, Dorong Kemajuan PKK di Sumsel

“Dulu kito lemak bejualan, kareno ado kioa dan los. Setelah PTM 2 dibangun malah aku dikasih jatah lapak. Itupun cuma dapat satu lapak. Ukurannyo pun sangat kecik,” keluhnya.

Maiwan Kaini, pengacara yang mendampingi KPKP mengaku, jumlah pedagang yang sebenarnya tidak lebih dari 700, namun sekarang jumlah tersebut sudah bertambah jadi 1900 lebih pedagang. Sehingga menurutnya wajar saja jika banyak pedagang lama yang tidak kebagian jatah lapak dan kios.

“Harusnya pedagang lama yang memiliki lapak dan kios diprioritaskan terlebih dahulu. Apalagi informasinya ribuan pedagang ini akan di drop seluruhnya masuk ke PTM 2. Padahal kondisi bangunan pasar saat ini sudah mulai banyak yang rusak dan lapak serta kios yang disiapkan ukurannya juga sangat kecil untuk pedagang,” bebernya.

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Prabumulih H Ahmad Palo yang menerima pengaduan para pedagang mengaku siap menampung setiap keluhan untuk dicarikan solusi. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemkot Prabumulih khususnya pengelola pasar dan menyampaikan setiap keluhan pedagang.

Baca Juga :   Lawan Kekerasan Terhadap Perempuan

“Pedagang meminta Pemkot Prabumulih segera meresmikan PTM 2. Kita juga akan minta pihak Pemkot Prabumulih untuk uji kelayakan gedung dan jumlah pedagang yang bertambah sehingga petak jadi kecil,” jelasnya kepada wartawan.

Terpisah, Walikota Prabumulih H Rodho Yahya menegaskan soal pemindahan pedagang pihaknya sudah menjelaskan yang sudah terdata akan di masukkan terlebih dahulu. Bagi pedagang yang tidak maauk dalam daftar dapat menyampaikan hal tersebut kepada panitia pelaksana pembagian pasar.

“Asal seluruh pedagang mengatakan dia sudah lama berjualan. Yang penting kita laksanakan, kalau ada kekurangan baru diperbaiki, ada masalah baru carikan solusi,” imbuhnya.

Disinggung masih banyak pedagang yang tidak kebagian lapak, orang nomor satu di Kota Prabumulih itu menegaskan mereka yang tak kebagian lapak mungkin mereka yang tidak datang waktu dilakukan sosialisasi di Kelurahan pasar II beberapa waktu lalu.

“Tapi tetap kita akomodir, tapi pedagang tula yang mengakomodir dan kalau ada yang baru pedagang tulah yang ngusir. Karena ini dari pedagang, oleh pedagang dan untuk pedagang,” pungkasnya. (Ichal)

H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC
Lakukan Penukaran Uang

About Erizal Wandi

Avatar

Check Also

Industri Keuangan Sumsel Terus Menunjukkan Trend Positif

Palembang, Detik Sumsel – Pandemi covid-19 membuat ekonomi Indonesia pada triwulan 1 -2020 terkoreksi cukup …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *