Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Palembang Tetapkan Batas Minimal Zakat dan Fidyah

Tetapkan Batas Minimal Zakat dan Fidyah

Tanggal : Pukul :
382
1

Palembang, Detik Sumsel – Untuk menyeragamkan untuk pembayaran Zakat dan Fidyah di Sumsel pada tahun ini 1440 H ini, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Sumatera Selatan bersama unsur Islam lainnya, diantaranya Kemenag Sumsel, MUI Sumsel dan beberapa organisasi Islam melakukan ijtima untuk penentukan batas minimal Zakat dan Fidya

Untuk standar fidyah minimal memberi makan fakir miskin sebanyak 3 kali sehari. Sementara untuk zakat fitrah beragam karena disesuaikan dengan jenis beras yang dikonsumsi sehari-hari.

“Standar fidyah menimal memberi makan fakir miskin sebanyak 3 kali sehari, atau sebanyak hari yang ditinggalkan dengan harga yang dikonsumsi oleh yang bersangkutan sehari-hari,” katanya, Ketua Baznas Sumsel, Najib Haitami Selasa (14/5).di ruang rapat Baznas Sumsel.

Dijelaskan Najib, Orang yang diharuskan membayar fidyah adalah orang yang sakit tak ada harapan sembuh, atau orang tua yang uzur. “Orang yang wajib membayar fidyah dan wajib qolbu adalah ibu hamil atau ibu menyusui yang khawatir akan kesehatan anaknya,” jelasnya.

Baznas Sumsel menyebutkan untuk zakat fitrah yang wajib dibayar oleh setiap muslim minimal 2.5 kg, atau diganti dengan uang minimal sebesar Rp 25.000, atau sesuai dengan harga kualitas beras yang dikonsumsi sehari-hari.

“Besaran zakat fitrah dan fidyah ini berlaku bagi masjid/mushola di Sumsel tahun 1440 H atau 2019 M, dan zakat fitrah disalurkan kepada 8 ashnaf dan diutamakan kepada fakir dan miskin,” ungkapnya.

Diketahui, zakat fitrah tersebut ditunaikan sejak awal Ramadhan dan paling lambat sebelum dimulainya sholat idul Fitri, karena hal tersebut sesuai dengan pasal 31 Peraturan Kementrian Agama nomor 52 tahun 2014. (Fir)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here