Beranda Kriminal Terungkap dalam Rekonstruksi, Ondok Bacok Hen Hingga Tewas Karena Kesal Sering Dipalaki

Terungkap dalam Rekonstruksi, Ondok Bacok Hen Hingga Tewas Karena Kesal Sering Dipalaki

Tanggal : Pukul :
830
0
Tersangka Supriadi alias Ondok melakukan adegan membacok Hendra Wijaya dalam rekonstruksi yang digelar di Mapolsek Ilir Barat II Palembang

Palembang, Detik Sumsel — Polsek Ilir Barat II Jumat (18/1) menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan yang dilakukan Supriadi alias Ondok terhadap Hendra Wijaya alias Hen Putih di Jalan Pangeran Sido Ing Lautan, Lorong Kedukan Bukit II, Palembang pada 1 Oktober 2018 lalu.

Rekonstruksi ini dilakukan halaman belakang Mapolsek Ilir Barat II yang diperankan langsung oleh tersangka Supriadi.

Dalam rekonstruksi ini, sebanyak 19 adegan di perankan oleh Supriadi. Sebelum Supriadi membacok Hen secara membabi buta hingga tewas.

Saat itu tersangka Supriadi sedang duduk di tangga rumahnya sambil merokok. Lalu datanglah korban Hendra Wijaya mendekati tersangka sambil memaksa meminta uang Rp 100ribu, namun tidak di beri tersangka.

Karena permintaan korban tidak dipenuhi tersangka korban marah dan kesal lalu memukul kepala korban dibagian belakang sebanyak dua kali dan langsung pergi.

Karena sakit hati tersangka Supriadi pun melihat dua bilah parang yang berada di bawah tangga rumahnya dan mengambilnya. Ia pun menghampiri Hendra, dan saat itu ia sedang menyembunyikan dua bilah parang di belakang punggungnya. Saat bertemu Hendra, Supriadi pun memanggil korban” Hen..” kata Supriadi.

Korban pun menoleh sambil berkata ” Nak ngapo Kau?. tersangka naik pitam lalu membacok leher, tangan dan kaki korban secara membabi buta dan hingga akhirnya korban pun tewas.

“Sebelum dilimpahkan ke JPU kami lengkapi dulu berkas perkara nya dengan melakukan rekonstruksi,”kata Kapolsek IB II ,Kompol Agus Hairuddin saat ditemui usai rekonstruksi Jumat (18/1).

Menurutnya dengan dilakukan rekontruksi ini penyidik juga bisa tahu adegan per adegan yang dilakukan tersangka untuk membunuh korbannya.

“Kalau ada yang terlewat saat pemeriksaan bisa di tambahkan di dalam rekon ini ,” tuturnya.

Lanjutnya dari hasil penyidikan, tersangka dijerat dengan pasal 338 KUHP. “Tersangka nekat melakukan pembunuhan terhadap korban karena dendam dan kesal sering dimintai uang dan juga di pukul korban ,” ujarnya.

Sementara ibu korban , Sri Kusmiati (39) mengatakan ia meminta agar tersangka di hukum  seberat – beratnya . ” Kalau pacak Dio dihukum mati , cakmano Dio mati ke anak aku,” pungkasnya.(oji)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here