Detik
Pemprov
Kanit Pidsus Satreskrim Polres Lahat, Ipda Chandra Kirana SH bersama tim dari Polda Sumsel lakukan olah TKP, foto istimewa.

Tersangka Meninggal, Kasus Penimbunan BBM Meledak Dihentikan

Lahat, Detik Sumsel – Satreskrim Polres Lahat resmi menghentikan proses penyidikan kasus dugaan tindak pidana penyimpanan dan penimbunan BBM ilegal, yang mengakibatkan kebakaran besar di eks bangunan Cafe Pesona Bintang Desa Kota Raya, Kecamatan Kota Lahat Rabu 19 Agustus 2020 sekitar pukul 11.30 WIB lalu. Penyidikan perkara yang berkaitan undang-undang khusus (lex spesialist) ini, ditangani oleh Unit Pidsus Satreskrim Polres Lahat, dihentikan karena tersangka dalam kasus tersebut meninggal dunia.

Kapolres Lahat, AKBP Achmad Gusti Hartono SIK, melalui Kasat Reskrim, AKP Kurniawan H Barmawi SIK, disampikan Kanit Pidsus, Ipda Chandra Kirana SH menerangkan, pihaknya telah melakukan investigasi dan berkoordinasi dengan Tim Subdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumsel serta Tim Labfor Polda Sumsel, untuk mengungkap penyebab timbulnya kebakaran di lokasi tersebut. Piihaknya juga telah menginventarisir saksi dan barang bukti yang ada di TKP.

Baca Juga :   Raih Juara 1 BenchRest Air Rifle 25 Meter, Kado Terindah Ultah Joko Nopi

Hasil laboratoris kriminalistik menyatakan, penyebab kebakaran karena tersulutnya uap air atau cairan BBM oleh spark/bunga api/panas dari hubung longgar tusuk kontak genset, sebagai sumber listrik. Sejenis pompa air yang digunakan untuk mengalirkan BBM, menggunakan selang dari drum di ruangan VIP No3 ke drum di ruang VIP No 2.

“Pasal yang disangkakan Pasal 53 huruf c UU RI NO.22/2001 tentang Migas dan atau pasal 188 KUHP. Dengan ancaman hukumannya maksimal 5 tahun penjara,” terang Ipda Chandra Kirana SH, Selasa (6/4).

Chandra Kirana menambahkan, usai dilakukan pemeriksaan saksi-saksi dan gelar perkara, kasus tersebut naik ke tingkat penyidikan. Bahkan SPDP sudah dikirim ke Kajari Lahat pada tanggal 21 Agustus 2020 lalu, dan disimpulkan bahwa tersangkanya ialah DN (34) warga Desa Tanjung Payang, Kecamatan Lahat Selatan, yang telah meninggal dunia satu hari pasca kejadian akibat mengalami luka bakar sekitar 90 % ditubuhnya.

Baca Juga :   Pimpinan Definitif DPRD OKU Segera Dilantik

“Keterangan saksi pemilik lahan tidak mengetahui aksi tersangka, dan lahan itu baru disewa tersangka sekitar satu bulan sebelum kejadian,” sampainya.

Karena tersangka dalam kasus tersebut meninggal dunia, Chandra mengatakan, penyidik telah melakukan gelar perkara kembali, dan disimpulkan perkara tersebut dihentikan (SP3), sesuai yang tertera dalam pasal 77 KUHP.

“Hanya satu tersangka dan sudah meninggal dunia, jadi kasus tersebut terpaksa kita hentikan,” tegasnya. (heru)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

About Heru Senovlan

Avatar

Check Also

Makmurkan 74 Masjid Dan 62 Musala

Muaraenim, Detik Sumsel- Menjelang bulan suci Ramadhan 1442 Hijriah, PT. Bukit Asam Tbk (PTBA) memakmurkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *