Iklan

Detik
Pemprov
Di ruang tunggu stasiun, diberi banyak tanda yang mengatur jarak antar penumpang.

Terapkan Prokes Ketat, Menuju Angkutan Umum Bebas COVID-19

Palembang, Detik Sumsel- Abdullah (24), warga Kalidoni terlihat kesal. Setelah petugas keamanan di Stasiun Demang, siang itu (5/12), tidak memperbolehkannya masuk ke dalam stasiun. Ia lupa mengenakan dan membawa masker. Sehingga petugas dengan terpaksa melarang karyawan swasta itu melanjutkan perjalanan menggunakan kereta. “Saya tadi buru-buru. Makanya, lupa bawa masker,” kata Abdullah saat dibincangi.

Ia pun lalu membeli masker di sebuah minimarket yang tak jauh dari stasiun. Setelah mengenakannya, ia baru diperbolehkan petugas masuk. Cerita Abdullah merupakan salah satu pengalaman warga Kota Palembang yang merasakan ketatnya penerapan disiplin protokol Kesehatan di kereta LRT Sumsel.

Saat memasuki area stasiun, penumpang wajib mengenakan masker dan di himbau Mengenakan pakaian lengan Panjang. Lalu, penumpang yang masuk juga diukur suhu tubuhnya. Jika melebihi dari yang ditetapkan, mereka tidak diperkenankan untuk melanjutkan perjalanan.

Di ruang tunggu stasiun, diberi banyak tanda yang mengatur jarak antar penumpang. Seperti di tempat duduk, antrian loket serta antrian saat masuk kereta. Kondisi di gerbong kereta juga sama. Jarak tempat duduk diatur melalui berbagai tanda. Tempat berdiri juga diberi tanda dengan jarak sekitar dua meter. Di setiap gerbong disediakan hand sanitizer. Tak hanya itu, penumpang juga dilarang berbicara dengan jarak berdekatan satu sama lain.

Baca Juga :   Satgas Terus Kebut Penyelesaian Bedah Rumah Kalena dan Sopyah

Jumlah penumpang yang masuk kereta juga ikut dibatasi. Hanya sekitar 70 persen dari total kapasitas gerbong yang bisa diisi. Lebih dari itu, penumpang harus menunggu kereta selanjutnya. “Aturan ini memang kami buat agar LRT Sumsel menjadi angkutan massal yang nyaman, aman dan sehat untuk dinaiki serta bebas dari penularan covid-19,” ujar Manager Humas PT KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti saat dibincangi.

PT KAI selaku operator juga menerapkan disiplin prokes yang ketat terhadap karyawannya selama bertugas. Mereka wajib mengenakan masker, face shield dan sarung tangan selama bekerja dan melayani penumpang. Seluruh sarana dan prasarana juga dibersihkan setiap satu jam sekali. Baik berbagai ruangan dan bagian stasiun hingga gerbong.

Baca Juga :   Sudah Selesai 100 Persen, Satgas Pilih Rapikan Cat MCK

Kepercayaan masyarakat pun lambat laun tumbuh. Menurutnya, selama November, jumlah penumpang LRT Sumsel mengalami kenaikan. Total LRT Sumsel telah mengangkut 54.136 penumpang. Dimana rata-rata penumpang saat weekend mencapai 2.846 penumpang. Sementara di hari biasa rata-rata 1.763 penumpang.

Sejak 1 Desember lalu, jumlah perjalanan ditambah menjadi 42 perjalanan. Dari sebelumnya hanya 22 perjalanan. Aida menuturkan di saat awal pandemi, warga masih banyak yang takut untuk menggunakan transportasi umum. Namun, seiring dengan pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat. Serta mulai dikuranginya pembatasan aktivitas. Pengguna LRT Sumsel terus meningkat.

“Kedepannya, kami akan terus meningkatkan pelayanan dan kemudahan bagi penumpang. Namun, tetap menerapkan protokol Kesehatan yang ketat. Kita semua berharap kondisi pandemi ini bisa segera berlalu,” pungkasnya.(tet)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

About Deby

Avatar

Check Also

Hadiah dari Satgas ke Warga Sambut Bulan Ramadhan

Palembang, Detik Sumsel- Berakhir sudah pelaksanaan TMMD ke 110 Kodim 0418 palembang di kampung Jawi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *