Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Daerah Temui Anak Korban Kekerasan, Istri Bupati Lahat Akan Bantu Sekolah Korban

Temui Anak Korban Kekerasan, Istri Bupati Lahat Akan Bantu Sekolah Korban

Tanggal : Pukul :
281
0
Ketua TP PKK Kabupaten Lahat, Lidyawati Cik Ujang, saat menemui korban di SPKT Polres Lahat. Foto Heru/DS

Lahat, Detik Sumsel — Kasus kekerasan terhadap anak, kembali terjadi di Kota Lahat. Kabar tersebut sempat membuat heboh dunia maya di Kota Lahat. Bahkan Ketua TP PKK Kabupaten Lahat, Lidyawati Cik Ujang, sampai turun tangan menemui korban saat di SPKT Polres Lahat.

“Saya pribadi, prihatin adanya kejadian ini. Anak, remaja, manula, dan perempuan, merupakan tanggung jawab kita bersama-sama,” ujar Lidyawati, di ruang SPKT Polres Lahat, Jumat (23/8), sekitar pukul 09.00 WIB.

Lidyawati yang saat itu masih menggunakan mukenah, lantaran baru usai melaksakan sholat istighosah di halaman Pemkab menuturkan, PKK Lahat akan berupaya membantu sekolah dan kehidupan korban. Apalagi diketahui bahwa saat kejadian, korban tingggal dengan kerabatnya.

“Orang tua anak ini sudah cerai, tinggal di tempat lain. Anak ini tinggal bersama kerabatnya. PKK akan berupaya membantu sekolah dan kehidupannya,” tutur Lidyawati didampingi Sumiyati Haryanto, sedang menenangkan korban.

Dari himpunan media ini, kejadian itu terbongkar saat Kamis malam (22/8). Saat itu ST (15) terlihat warga keluar dari jendela rumah SI (41) merupakan Bibi korban, di Kecamatan Kota Lahat, sambil menangis. Warga pun menanyai korban, dan melihat ada luka bekas setrikaan dibagian belakang tubuh korban. Warga sekitar pun lantas menghubungi keluarga korban lainnya.

“Saya belum bisa memberikan komentar, masih penyelidikan,” terang Kapolres Lahat, AKBP Ferry Harahap SIK, melalui Kasat Reskrim, AKP Satria Dwi Darma SIK.

Sementara, Kanit PPA Satreskrim Lahat, Ipda Omin Suhandi mengatakan, pihaknya tidak bisa memaksa korban, maupun keluarga korban untuk membuat laporan resmi kepolisian. Hanya saja jika laporannya sudah ada, pihaknya siap memproses perkara itu. Baik itu nanti akan mediasi, atau naik ke pengadilan.

“Bisa kena dua pasal, pasal anak, dan KDRT. Kita imbau, masyarakat jangan mudah emosi, hingga melakukan kekerasan terhadap anak,” katanya. (heru).

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here