Iklan

Detik
Pemprov
Kapolres Lahat, AKBP Ferry Harahap SIK, menunjukkan senpi rakitan yang digunakan tersangka Sarmedi. Foto Heru/DS

Tembakan Sarmedi Kalah Cepat dengan Petugas Sehingga Ia Tewas Tertembak

Lahat, Detik Sumsel — Polres Lahat gelar press reles residivis curanmor, atas nama Sarmedi (37), yang meninggal setelah jual beli tembakan saat penangkapan. Tindakan ini diambil setelah anggota Satreskrim Polres Lahat, dilemperi peluru lebih dahulu oleh tersangka.

Tersangka yang merupakan warga Desa Wonorejo, Kecamatan Kikim Barat ini, sebelumnya digerebek anggota dikediamannya Kamis (10/1) sekitar pukul 19.00 WIB. Sadar kediamannya sudah dikepung polisi, tersangka langsung melempari anggota dengan peluru sebanyak dua kali menggunakan senpi rakitan jenis revolver enam silender.

Baca Juga :   Kepala OPD Wajib Tinggal di Kota Pangkalan Balai

“Saat kediamannya dimasuki anggota, tersangka langsung mengeluarkan 2 kali tembakan. Anggota terpaksa ambil tindakan tegas terukur,” terang Kapolres Lahat, AKBP Ferry Harahap SIK, didampingi Kasat Reskrim, AKP Satria Dwi Darma, Jumat (11/1).

Dari keterangan Ferry, Sarmedi merupakan tersangka pencurian sepeda motor milik Junedi (39), warga Kelurahan Pagar Agung Lahat, Minggu 27/5/2018 lalu, ditambah 12 laporan lain. Hal ini dibuktikan dari penyelidikan anggota, ditambah adanya barang bukti sepeda motor honda revo fit BG 3202 EV milik korban.

“Tersangka ini meninggal, karena kehabisan darah saat dibawa ke RSUD Lahat. Senpi yang digunakan tersangka, murni seperti senjata organik, dengan 2 peluru aktif dan 2 bekas selongsong peluru,” ujar Ferry. (heru)

Baca Juga :   Ribuan Mahasiswa UIN Sambut Kedatangan UAS
H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

About Heru Senovlan

Avatar

Check Also

Antusias Masyarakat Palembang Belajar Seni Melipat Tanjak dan Cara Pembuatan Gandik

Palembang, Detik Sumsel — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel bekerjasama dengan Kerukunan Keluarga Palembang (KKP) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *