Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Ekonomi Tekan Inflasi, Pemprov Sumsel Berencana Bentuk BUMD Khusus Pangan

Tekan Inflasi, Pemprov Sumsel Berencana Bentuk BUMD Khusus Pangan

Tanggal : Pukul :
144
0
Peserta TPID Sumsel berfoto bersama. (M.Tohir/detiksumsel.com)

Palembang, Detik Sumsel – Memasuki akhir triwulan IV 2019 harga bahan makanan sedikit terkoreksi hingga Oktober 2019, tekanan inflasi bahan makanan cenderung berkurang seiring tibanya musim panen.

Meski demikian secara historis, inflasi akan meningkat pada periode per akhir tahun 2019. Karena itu, dalam jangka panjang perlu ada langkah antisipasi yang bisa sewaktu-waktu menangkal kenaikan harga sembako.

Salah satu yang didorong Pemprov Sumsel yakni membentuk BUMD bidang pangan. Namun, bukan hanya sekedar di tingkat Pemprov Sumsel, tapi juga diinginkan terbentuk BUMD serupa ditingkat Kabupaten dan Kota.

Hal ini ditegaskan Wakil Gubernur Sumsel, Ir H Mawardi Yahya, saat Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang melibatkan Kabupaten/kota se-Sumsel yang digelar dihotel Arista Palembang.

Mawardi mengatakan, Sumsel merupakan penghasil bahan baku, dan ini mempengaruhi tingkat inflasi. Apalagi produk sembako yang ikut menyumbang inflasi.

Ia menambahkan, OPD (Organisasi Perangkat Daerah ) ikut mendorong untuk pembinaan petani agar bisa menghasilakn bahan baku seperti beras dan lainya untuk menekan inflasi di Sumsel.

Karena itu, Pemprov akan merumuskan upaya Pembentukan BUMD yang khusus akan menangani urusan pangan. Bukan saja ditingkat provinsi namun juga diharapkan muncul BUMD pangan di Kabupaten/kota.

“Ekonomi memegang peranan penting untuk meningkatkan kesejahteraan. Sebagai upaya menekan inflasi, kita akan bentuk BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) untuk menekan komoditas inflasi,” jelasnya, Rabu (27/11).

BUMD Sumsel tersebut dikatakannya akan dipusatkan di Science Techno Park (STP)  yang berlokasi di Indralaya, sebagi  hibah dari Kemenristek.

“STP ini kita manfaatkan bekerjasama dengan Bank Indonesia, dengan membentuk BUMD, nantinya dikelola dengan manajemen yang profesional sehingga bisa berjalan dengan baik. Kabupaten/kota juga dapat terlibat di dalamnya,”jelasnya.

Ia meminta agar Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait agar ikut serta dan terlibat dalam pengawasan kenaikan inflasi jelang akhir tahun.

“Saya minta para Kepala OPD terlibat aktif dalam pengawasan pengendalian inflasi, sebab meningkatkan perekonomian masyarakat Sumsel ini penting sesuai visi misi pemerintahan HDMY,” katanya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia wilayah Sumsel, Yunita Resmi Sari mengungkapkan ada sejumlah hal yang menjadi fokus pada TPID Sumsel kali ini.

“Pada Rakorwil ini, empat hal yang menjadi fokus. Yaitu pengamanan jalur pangan, menjaga sisi ketersediaan pasokan dengan upaya swasembada produksi pangan, percepatan pembentukan BUMD pangan untuk menjaga kelancaran pasokan dan distribusi pangan komoditas pangan, serta inflasi harus selalu dijaga pada level yang rendah dan stabil,’ katanya.

Lebih lanjut Yunita menambahkan, jika semua pihak terkait aktif terlibat dalam mengawasi pengendalian pencegahan inflasi, pihaknya optimis angka kemiskinan di Sumsel dapat ditekan hingga satu digit.

Adapun Rakorwil TPID Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Sumsel mengusung tema Memperkuat Sinergi dan Koordinasi TPID Sumsel Dalam Rangka Menjaga Stabilitas Inflasi dan Upaya Mendorong Pembentukan BUMD Pangan, dengan menghadirkan narasumber Suratmin S Wijaya dari PT Food Station, Rudiansyah dari PT Jatim Graha Utama, dan Hengki Rahmadiansyah dari Puspa Agro. (May)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here