Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Daerah Tebus Bayi Reni, Wartawan di OKU Lakukan Penggalangan Dana

Tebus Bayi Reni, Wartawan di OKU Lakukan Penggalangan Dana

Tanggal : Pukul :
756
0
Para Jurnalis OKU saat melakukan penggalangan dana

Baturaja, Detik Sumsel — Puluhan wartawan yang tergabung dalam Forum Jurnalist bersatu Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), menggelar aksi sosial penggalangan dana untuk bayi dari ibu Reni warga Lubuk Rukam Baturaja, yang belum bisa pulang karena belum memiliki biaya untuk membayar biaya rumah sakit.

Kegiatan yang dilakukan sejumlah wartawan dari media cetak, online dan televisi yang bertugas di Bumi Sebimbing Sekundang, Jumat (21/12) ini untuk membantu pihak keluarga membayar biaya rumah sakit sehingga bayi bisa keluar dari RSUD Ibnu Soetowo Baturaja.

Radius, seorang wartawan media online mengatakan, kegiatan sosial ini dilaksanakan tanpa ada maksud untuk menyudutkan pihak lain. Ini murni untuk membantu sesama. Mengingat keluarga pasien tidak mampu makanya penggalangan dana ini dilakukan.

“Alhamdulillah sambutan cukup baik. Hasil pengalangan dana ini akan kami sampaikan atau serahkan kepada pihak keluarga untuk membantu,”ucap Radius.

Dalam kesempatan itu, Radius juga mengucapkan terima kasih kepada kawan-kawan dan dan masyarakat yang telah menyumbangkan uang mereka untuk bayi ibu Reni. “Terimakasih semoga hal ini bisa sedikit meringankan dan bermanfaat bagi mereka” Tukasnya.

Pantauan detiksumsel dilapangan, lebih kurang satu jam kegiatan yang dimulai sejak pukul 09.30.wib hingga pukul 10.30 ini terkumpul dana lebih kurang sebesar Rp 9.879.000,- .”Dana sumbangan ini akan kita serahkan langsung kepada pihak keluarga,” Tandasnya.

Untuk diketahui sebelumnya, seorang ibu bernama Reni, warga Lubuk Rukam, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) merasa bingung lantaran terjepit masalah perekonomian.

Ia mengaku sekitar beberapa hari lalu melahirkan anaknya yang ke dua berjenis kelamin laki-laki di RSUD dr Ibnu Soetowo Baturaja. Namun karena tidak memiliki uang ia mengaku tidak bisa membayar biaya perawatan sehingga anaknya belum bisa dibawa pulang.

Dituturkan Reni, saat melahirkan kondisi kandungannya dalam keadaan pecah ketuban sehingga selepas melahirkan bayinya mengalami perawatan, biaya rumah sakit untuk perawatan anaknya sebesar Rp 6 juta lebih.

Disamping itu pihak keluarga pasien mengaku bernama Ita, memenceritakan jika keponakannya ini orang tidak mampu. Saat mau masuk rumah sakit karena tidak ada KTP, KK, tidak ada jaminan kesehatan dan Surat Nikah makanya suami keponakannya itu bertandatangan di atas materai bahwa perawatan dilakukan umum.

Ia menceritakan, sebagai upaya sudah menemui pihak rumah sakit dan mendapat bantuan Rp 700 ribu dari pihak rumah sakit. Selanjutnya disarankan meminta surat keterangan miskin dari kades. (fei).

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here