Pemprov
Suasana saat melakukan kegiatan bongkar muat elpiji. (Ist)

Targetkan Satu Desa Satu Outlet LPG di Sumsel

Palembang, Detik Sumsel – Program One Village One Outlet (OVOO) yang diinisiasi Pertamina untuk mempercepat penyebaran outlet LPG 3 Kg, akan segera dirampungkan di Sumatera Selatan.

Unit Manager Communication, Relation & CSR MOR II Sumbagsel, Umar Ibnu Hasan mengatakan, program OVOO ini akan segera dirampungkan dalam waktu dekat, karena program ini penting untuk memastikan masyarakat mendapatkan pasokan LPG dengan mudah dan merata di seluruh desa.

Adanya OVOO ini akan memberikan keseragaman harga LPG pada seluruh wilayah itu, karena penetapan harga LPG ditentukan berdasarkan kebijakan masing-masing Perda sendiri.

“OVOO akan segera hadir karena saat ini Pertamina masih fokus pada program Pertashop menyediakan BBM berkualitas satu harga,” ujar Umar, Sabtu (28/11).

Umar menjelaskan, hingga kini jumlah pangkalan LPG 3 kg yang sudah ada di Sumsel sebanyak 5.516 pangkalan, sedangkan estimasi new pangkalan 6.493 pangakalan dan menyisakan 977 pangakalan yang belum menerapkan OVOO.

Baca Juga :   Long Weekend, Okupansi Hotel di Palembang Merangkak Naik

Umar melanjutkan, hingga kini terus memberikan edukasi ke masyarakat mengenai pentingnya membeli gas LPG di pangakalan, agar harga yang didapat sesuai dengan harga pangkalan yang ditetapkan pemerintah daerah setempat.

Hal ini untuk menghindari masyarakat membeli gas dengan harga mahal, karena membeli dipengecer yang bukan lagi pada pengawasan Pertamina.

Dia mengatakan, selama ini masyarakat masih belum paham mana tupoksi Pertamina dan kerap mengaitkan bahwa LPG khususnya kemasan 3 kg langka, karena sulit didapat dan harganya mahal karena membeli di pengecer. Padahal jika membeli langsung di pangakalan harganya lebih murah dan terjangkau.

“Masyarakat menganggap bawah semua penjualan LPG itu urusannya Pertamina padahal kit ada ranahny hanya sampai pangkalan saja, sama dengan anggapan penjualan minyak eceran di pinggir jalan masih unit bisnis Pertamina padahal itu pengecer dan keramahannya di luar tanggung jawab Pertamina dan ini yang harus terus kita edukasi dan diingatkan secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Baca Juga :   Inden Suzuki Jimny Tembus 70 Unit

Umar mengatakan, jika masyarakat menemukan harga jual LPG di pangakalan tidak sesuai dengan harga yang tertera pada papan tanda agennya, maka akan langsung diberi sanksi karena menyalahi hubungan kemitraan.

Masyarakat yang melihat jika ada kecurangan harga atau stok kosong di pangakalan, bisa langsung melaporkannya ke call center 135 dan akan segera ditindaklanjuti karena ini ranahnya Pertamina.

Umar mengatakan, Pertamina juga tidak akan pernah bosan akan terus mengedukasi masyarakat pentingnya menggunakan BBM non subsidi, demi kehandalan mesin kendaraan dan juga menggunakan LPG non subsidi, karena LPG bersubsidi stoknya terbatas dan hanya untuk rakyat miskin saja.(May)

H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC

About Maya

Avatar

Check Also

Ekonomi Syariah Kekuatan Baru Perekonomian Indonesia

Palembang, Detik Sumsel – Ekonomi syariah diprediksi bakal menjadi satu dari tiga kekuatan ekonomi baru …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *