Iklan
Pemprov

Targetkan 7 Ribu Masjid di Sumsel Go Digital Gunakan QRIS

Palembang, Detik Sumsel – Pandemi Covid-19 membuat perubahan gaya hidup masyarakat yang semula harus bertransaksi offline kini bisa dilakukan lebih mudah dari mana saja melalui gadget dengan pembayaran non tunai salah satunya dengan QR Code Indonesian Standard (QRIS).

Kepala Regional CEO III Bank Syariah Indonesia (BSI) Palembang, Dedy Suryadi Dharmawan mengatakan digitalisi perbankan saat ini sudah menjadi bagian hidup masyarakat yang memudahkan semua keperluan baik transaksi hingga donasi.

“BSI menargetkan semua masjid di Sumsel ke depan bisa menggunakan QRIS untuk bisa berdonasi baik zakat, infaq dan sedekah (ZISWAF) lebih mudah karena tidak harus keluar rumah atau harus ke masjid karena bisa tetap berdonasi dari rumah saja,” jelasnya, Senin (19/04).

Dedy mengatakan di Sumsel ada lebih dari 7 ribu masjid yang akan menjadi target pemasangan QRIS ini. Khusus di Palembang ada 1.800 masjid dan 20 persennya sudah menggunakan QRIS. Sisanya akan terus dikebut agar bisa menggunakan QRIS sehingga memudahkan masyarakat berdonasi.

Baca Juga :   Sasar Pelanggan di Kelas MVP, Hadirkan Cortez CT dan Confero S ACT

Dedy mengatakan masyarakat bisa berdonasi langsung dari mobile banking dan menscan barcode QRIS dan bisa dari semua bank apa saja bukan cuma BSI aja.

BSI mengatakan akan terus mendorong agar masjid go digital sehingga ke depan juga tetap membangun sosial ekonomi keumatan, sehingga ke depan masjid juga bisa menjadi agen sehingga bisa membangun ekonomi masjid mandiri dan berdaya.

Masjid bisa membangun koperasi dan bisa menjadi perpanjangan tangan bank atau agen laku pandai sehingga ke depan bisa melayani pembayaran listrik, air bersih, pembelian pulsa atau tarik dan setor tunai lebih mudah.

“Saat ini kita targetkan masjid go digital lebih dulu dan setelah itu baru membangun ekonomi masjid mandiri,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumsel, Hari Widodo mengatakan QRIS memudahkan proses pembayaran bagi pedagang ataupun pembeli karena terintegrasi dengan berbagai aplikasi pembayaran digital.

Selain itu, dengan semakin banyaknya penggunaan transaksi digital juga diharapkan dapat memutus rantai penyebaran wabah COVID -19 yang tengah kita hadapi bersama, dan dapat memfasilitasi aktivitas perekonomian yang tetap berjalan di masa pandemi.

Baca Juga :   Latih Pengomposan Pupuk dari Limbah Organik Rumah Tangga

Berdasarkan data hingga 28 Februari 2021, jumlah QRIS di Indonesia telah mencapai 6.331.951 merchant.  Provinsi Sumatera Selatan berada pada posisi ke 9 secara nasional dan ke 2 di Sumatera dengan jumlah 180.047 merchant dengan pertumbuhan 124,12% (yoy) atau 3,68 % (mtm). Usaha Mikro (UMI) mendominasi implementasi QRIS di Wilayah Provinsi Sumatera Selatan dengan persentase 68,81%.

Apabila diakumulasikan, implementasi QRIS sudah didominasi oleh UMKM dengan total 95,88%. Mempertimbangkan jumlah UMKM di Sumatera Selatan yang mencapai lebih dari 2 juta usaha, maka peluang untuk implementasi QRIS pada sektor UMKM tentunya masih sangat luas.

Sementara itu Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sumsel Ustad Dr. KA Bukhori Abdullah mengapresiasi, BSI yang memudahkan ZISWAF karena kondisi pandemi masjid tetap bisa mendapat donasi dari masyarakat dengan berdonasi melalui QRIS.(May)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Tingkatkan Layanan Kantor Pos Buka 24 Jam

Palembang, Detik Sumsel – Terhitung sejak awal Juni 2021 kemarin, kantor pos Merdeka operasional selama …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *