Pasang Iklan Detik Sumsel
Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Palembang Target Sebulan Kajian, Gua Harimau Jadi KCBN

Target Sebulan Kajian, Gua Harimau Jadi KCBN

Tanggal : Pukul :
218
0
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel, Irene Camelyn Sinaga saat memimpin Rakor pemeringkatan kawasan Gua Harimau Jumat (19/10)

Palembang, Detik Sumsel – Upaya Penetapan Pemeringkatan Goa Harimau sebagai Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) harus memenuhi syarat.

Hal ini terungkap pada Rakor pemeringkatan kawasan Gua Harimau di ruang Rapat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jumat (19/10)

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel, Irene Camelyn Sinaga menyatakan Gua Harimau berada di Bukit Karang Sialang, Desa Padang Bindu, Kecamatan Semidang Aji, Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan sebenarnya sudah dibahas saat sidang Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) tingkat Nasional di Solo

“Sebenarnya ini hasil usul sidang TACB tingkat Nasional di Solo, mengusulkan kembali situs gua harimau, tetapi disitu ada berdebatan antara situs atau kawasan, tapi keinginannya kawasan, karena lebih dari penyelematan, ketika ditetapkan maka ada aksi penyelamatan untuk itu, sehingga ada pemeliharaan, pelestarian dan sebagainya,” Jelasnya usai Rakor

Menurut Irene, Kalau situs tersebut sudah siap, Namun, Kementerian lebih menyarankan bagaimana kalau kawasan, untuk kawasan minimal ada dua situs, sehingga pihak harus menunggu hasil TACB provinsi

“Nah disinilah ada miskomunikasi atau kekurangan paham dari TACB Kabupaten kota, tapi sudahlah, kemaren mereka sudah ditetapkan, dan tingga TACB provinsi dituntut pekerjaannya selama satu bulan ini, sebelum sidang TACBN di Bmbon dan Banyuwangi kami harus bisa melakukan kajian terhadap kawasan yang diusulkan yaitu termasuk Gua Putri,” bebernya

Tahapan untuk di tetapkan, lanjut dia, sebagai kawasan cagar budaya Nasional yaitu di tetapkan sebagai TACB Kabupaten kota, kemudian di tetapkan peringkat di tingkat provinsi kemudian ditetapkan di sidang TACBN

“Sebenarnya kabupaten kota boleh langsung mengusulkan tingkat TACB tingkat nasional namun di sumsel cuma ada di Provinsi, karena provinsi sumsel sudah ada TACB yang sudah Asisment,” Jelas wanita sebaya ini.

Dikatakan Irene, ditargetkan tahun ini dua kawasan yang akan diusulkan yaitu kawasan cagar budaya nasional Gua Harimau, yang terdiri dua situs yaitu situs Gua Harimau dan Gua Putri, dan kawasan Bumi Ayu yang tinggal Administrasi.

Sementara itu, Kepala Subdit Registrasi Nasional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ,Desse Yussubrasta MHum, menjelaskan bahwa kawasan Gua Harimau harus ada ketetapan dari pemerntah kabupatan dan provinsi

“Untuk jadi Kawasan Cagar Budaya Nasional, Harus ada dua situs paling sedikit dalam arti di tetapkan kawasan, tapi karena belum ada penetapan menteri, harusnya ada penetapan oleh Bupati atau Walikota, lalu diperingkatkan oleh Provinsi dan ke Nasional, peluang Gua Harimau sangat besar karena istimewa,”bebernya

Menurutnya, status gua harimau sudah ditetapkan oleh bupati OKU untuk situs cagar budaya kabupaten, yang menjadi sasaran selanjutnya Gua Putri karena ada potensi juga menjadi situs cagar budaya,

“Nah di nasional sudah dibahas juga Gua Putri menjadi Situs Cagar Budaya, tapi menunggu ketetapan dari bupati dulu, tapi harusnya di komunikasikan ke Provinsi lalu ke nasional, untuk mendasari situs caga budaya secara nasional,” katanya

Untuk menjadi kawasan, sambung dia cagar budaya minimal sudah ada legalitas untuk melestarikan kawasan cagar budaya, seluruh kawasan itu sudah didasari putusan hukum dengan terbitnya SK mendikbud tentang peringkat nasional

“Aspek penetapan tersebut, untuk melindungi kawasan itu sebagai kawasan cagar budaya, selain itu mungkin program selanjutnya misalkan pelestarian, pemamfaatan dan pengembangan, jadi yang harus dilakukan dengan zonasi, peruntukkan lahan, rencana induk pelestarian dan badan pengelola,” pungkasnya (fir)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here