Pemprov
Tanhar Efendi, anggota Komisi I DPRD Lahat saat dibincangi awak media. Foto Heru/DS.

Tanhar Desak DPMDes Buat Perbup Untuk BPD

Lahat, Detik Sumsel – Solusi jitu yang disampaikan Tanhar Efendi, selaku anggota Komisi I DPRD Lahat menjawab curhatan ratusan masa dari Badan Permusyawarahan Desa (BPD Red), yang menggelar aksi di depan Gedung DPRD Kabupaten Lahat, Selasa (13/10) lalu, rupanya dapat bantahan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes red).

Menurut politisi Partai Golkar ini, inti curhatan BPD ini soal kesenjangan. Tinggal bagaimana pihak dinas terkait bisa membuat aturan, dana desa yang digunakan untuk mebauar honor BPD tidak mendapat persoalan kedepannya.

“Kalau mau anggaran dari Pemda, kapan bisanya, tapi kalau nyelip dari dana desa (DD), itu kan bisa. Intinya bagaimana uang dana desa ini kebagian oleh BPD,” kata Tanhar, Selasa (13/10).

Baca Juga :   Warga Miskin Menurun, Penerima BPNT di OKU Berkurang

Tanhar menyebutkan, hasil kunjungannya ke Kementrian Desa beberapa waktu lalu. Dana desa bukan hanya untuk inpratrukstur saja, bukan hanya membuat spal, jalan stapak saja. Jadi kenapa dana desa tidak digunakan untuk tunjangan/insentip BPD, padahal bisa.

“Yang jadi masalahnya, sudah ada belum Perbupnya. Minta ke DPMDes, buat Perbub kewenangan dana desa, biar tidak terjadi ribut lagi,” ucapnya.

Menurut Tanhar, solusi agar BPD tidak ribut lagi, pihak eksekutif harus membuat Perbup tentang kewenangan dana desa, termasuk tentang alokasi bencana alam. Sebelumnya pihaknya sudah mendesak DPMDes untuk membuat Perbup itu, supaya ada payung hukum tetap.

Baca Juga :   Distan OKU Ajak Petani Budidayakan Bawang Merah

“Itu kan uang negara, kalau ada payung hukumnya kan aman, Kades juga aman mengeluarkan uang tersebut. Tanya sendiri ke DPMDes, sudah ada apa belum Perbup itu,” tegas Tanhar.

Sementara, Imam Santosa SSTP Msi, Kabid Tata Wilayah dan ADM Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Lahat, Perbup yang dimaksud sudah ada, justru dalam Perbup tersebut sudah mengatur besaran tunjangan BPD. Jika masalah kenaikan insentif, kembali lagi ke besaran PADesa.

“Ya mungkin menurut mereka tunjangan yang sekarang kurang. Kalau masalah kenaikan, ya tergantung pendapatan asli desa mereka masing-masing,” jawab Imam. (heru).

H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC

About Heru Senovlan

Avatar

Check Also

Geluti Usaha Cupang Hias, Pras Mampu Raup Omzet Jutaan Rupiah Perbulan

Sekayu, Detik Sumsel – Hanya dengan bermodalkan dua jenis ikan Cupang hias, Yelow Galaxi dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *