Penghapusan Denda dan Bunga Pajak Kendaraan oleh Pemprov Sumsel
Budi Hartoni saat menunjukkan bukti-bukti kepemilikan tanah dan bukti laporan nya kepada wartawan

Tanah Miliknya Diserobot, Budi Hartoni Laporkan Kades dan Oknum Karyawan PT BA ke Polisi

Palembang, Detik Sumsel — Merasa tanah miliknya seluas 20 hektare yang berada di Desa Ayek Abang dan 30 hektare di Desa Ayek Petai, Kabupaten Muara Enim sudah diserobot oleh oknum Kades setempat dan empat oknum karyawan PT Bukit Asam.

Membuat Budi Hartoni (44) melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumsel Sabtu (6/10).

Dalam laporan nya tersebut warga Jalan Lembanyung, Perumahan Tambak Asri, Kelurahan Bandar Agung, Kecamatan Lahat, Kabupaten Lahat ini menjelaskan tanah miliknya diserobot oleh oknum Kades setempat bekerja sama dengan orang dalam PT BA dengan cara memalsukan dokumen tanah miliknya.

“Bukti kepemilikan tanah saya itu lengkap, surat menyuratnya semuanya ada. Namun oleh Desa Lingga dan Kades setempat bekerja sama dengan orang dalam PT BA mereka memalsukan dokumen surat tanah milik dan berhasil menyerobot tanah saya sehingga dicairkan oleh PT BA tetapi saya tidak menerima uang tersebut,”ungkap Budi Hartoni kepada wartawan usai membuat laporan Sabtu (6/10).

Baca Juga :   Tak Dengar Ada Kereta Melintas, Kakek Uzur Ini Tewas Ditabrak

Dirinya mengetahui kalau tanah miliknya sudah diserobot sewaktu ia datang ke Dinas Pertanahan PT BA untuk menanyakan tanah miliknya kenapa bisa dicairkan dan diambil alih oleh PT BA.

“Saat itu tidak ada satupun orang PT BA menjawab pertanyaan saya ada salah satu orang PT nama nya LK saya nanya namun dia menyarankan untuk menanyakan perihal ini ke bapak NRM selaku badan hukum PT BA akan tetapi sudah dihubungi melalui telepon lebih dari dua puluh kali tidak pernah diangkat nya,”jelasnya.

Baca Juga :   Sial Kotak Amal yang Diembat Remaja Ini Hanya Berisi 26 Ribu

Lebih lanjut dikatakannya, tanah miliknya tersebut ada beberapa pohon karet, dan pohon kayu racuk dan sawah karena lokasi nya berdekatan dengan tambang batu bara jadi lahan sawah tidak produktif lagi tanah tersebut dibeli nya dari Barmawi tahun 2014 lalu dengan surat dan dokumen yang lengkap.

Sementara itu, Kepala siaga SPKT Polda Sumsel Kompol Triyono mengatakan laporan pelapor dengan nomor STTLP / 775 / X / 2018 / SPKT sudah diterima dan akan segera dilimpahkan ke Ditreskrium untuk ditindaklanjuti.(oji)

H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC
Lakukan Penukaran Uang

About Fauzi

Avatar

Check Also

Selamat, 352 Peserta Lulus CPNS Lahat

Lahat, Detik Sumsel — Seleksi penerimaan CPNS Kabupaten Lahat Tahun 2019 yang dilaksanakan Tahun 2020, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jajaran Redaksi Media Online DetikSumsel.com mengucapkan Sumpah Pemuda