Pemprov
CARI SOLUSI : Bupati Musi Banyuasin (Muba) H Dodi Reza Alex, bakal melayangkan surat kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PANRB), untuk mengajukan tiga opsi bagi peserta yang tidak memenuhi standar nilai. Saat diwawancarai awak media, Senin (12/11). (Foto : istimewah)

Tak Penuhi Passing Grade, Ini Upaya Bupati Muba

Sekayu, Detik Sumsel – Setelah beberapa waktu lalu, sebanyak 2.361 peserta seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang telah mengikuti Tes Kompetensi Dasar (TKD), dan dipastikan banyak yang tidak memenuhi passing grade yang telah ditentukan. Ternyata tidak usah berkecil hati, pasalnya, Bupati Musi Banyuasin (Muba) H Dodi Reza Alex, bakal melayangkan surat kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PANRB), untuk mengajukan tiga opsi bagi peserta yang tidak memenuhi standar nilai.

“Yang jelas kita apresiasi atas tes TKD yang telah berlangsung, karena passing grade yang telah ditetapkan oleh Kemen PANRB menghasilkan peserta yang lulus memiliki kualitas terbaik,” ungkap Bupati Muba kepada awak media, usai memimpin rapat staf diruangan Randik, Senin (12/11).

Dodi menerangkan, bahwa untuk Kabupaten Muba sendiri dengan jumlah peserta yang hadir pada tes sebanyak 2.404 peserta, hanya saja dinyatakan memenuhi passing grade, sebanyak 43 orang. Kendati belum memenuhi kuota,  tetapi permasalah tersebut terjadi di seluruh Indonesia, bahkan ada daerah yang sama sekali tidak lulus para pesertanya.

Baca Juga :   DPK MUBA dan PT.Telekomunikasi Indonesia Tambah Layanan Digital Learning Corner

“Jadi boleh dibilang tidak memenuhi kuota. Nah, untuk Muba sendiri kuota penerimaan ada 198 orang, memenuhi 43 orang, yang nantinya akan kita jadikan prioritas,” katanya.

Untuk memenuhi kuota dalam formasi, Dodi menerangkan, nantinya bagi 43 orang yang akan mengikuti tes selanjutnya, akan dilihat formasi yang dibutuhkan. Bilamana serumpun atau sama yakni kebutuhan untuk SMP A sama dengan B tapi yang B tidak ada yang lulus, sedangkan yang SMP A ada 2 atau 3 orang lulus, bisa disalurkan ke SMP B tersebut, karena sesuai dengan aturan Kemen PANRB.

“Nah, yang saat ini kita upayakan dengan mengajukan surat Kemenpan RB yakni menyalurkan peserta lulus keformasi berbeda. Lalu, mengupayakan melalui rangking bagi peserta yang tidak memenuhi passing grade tapi nilainya besar, dan penurunan passing grade. Tiga opsi kita ajukan, hanya saja kebijakan itu ada semua di pemerintah pusat. Kita hanya mengajukan saja,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) Muba, Sunaryo, S.STP, MM, menambahkan, yang jelas dari 2.404 yang hadir serta ikut tes selama dua hari di Dinning Hall Jakabaring Sport City (JSC) ada 43 orangm dengan rincian disabilitas 1 orang, eks honorer K2 1 orang, cumlade 6 orang, dan umum 35 orang dengan formasi dibutuhkan yaitu perawat gigi, analisis pengembangan insfraktuktur, bidan, arsiparis, pengawas jalan dan jembatan, analisis perundangan-undangan dan raperda, dan nutrisionis masing-masing 1 orang yang lulus. Untuk, guru kelas ada 3 orang, guru mata pelajaran 4 orang, dokter gigi 2 orang, dokter umum 2 orang, penyuluh pertanian 5 orang, sanitarian 3 orang.

Baca Juga :   Butuh Bantuan Kompor untuk Memasak

“Lalu untuk Pranata Komputer ada 4 orang. Nah, untuk pranata ini sendiri kita melayangkan surat kepada KemenpanRB, untuk bisa mengalokasikan yang lulus ke formasi lainnya bukan serumpun atau sama. Sebab, untuk pranata komputer sendiri itu kebutuhan hanya 1 orang, yang lulus 4 orang. Keinginan kita, 3 lagi dialokasikan formasi lain. Karena tidak mempunyai aturan, hanya yang serumpun saja diperbolehkan. Makanya kita ajukan dengan dua opsi lainnya,” tandasnya. (edy)

 

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

About Edy Parmansyah

Avatar

Check Also

RSUD Sekayu, Kembali Tuntaskan Operasi Jantung Terbuka

Sekayu, Detik Sumsel – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekayu kembali berhasil melakukan operasi jantung …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *