Penghapusan Denda dan Bunga Pajak Kendaraan oleh Pemprov Sumsel
Tampak siswa-siswi SMK Negeri 5 PAlembang sudah mulai menerapkan simulasi UN menggunakan gadget atau android. (Foto: Hasan Basri)

Tahun Ini Siswa SMA/SMK ke Sekolah Hanya Bawa Gadget

Lipsus, Detik Sumsel- Harga kertas yang terus naik membuat Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel mencari cara meminimalisir penggunaan kertas di sekolah, di tahun 2019 ini Disdik Sumsel mulai berencana akan menerapkan sistem pembelajaran menggunakan elektronik book (e-book) yakni siswa tidak lagi memakai buku untuk belajar, hanya membawa gadget atau smartphone semua mata pelajaran bisa diakses.

Implementasi e-book ini bakal diterapkan di jenjang pendidikan SMA/SMK/MA Negeri dan swasta di Sumsel secara bertahap. Pemprov Sumsel melalui Dinas Pendidikan Sumsel akan memfasilitasi gadget atau smartphone menggunakan dana APBD Provinsi Sumsel.

“Jadi, siswa datang ke sekolah tidak lagi bawa buku banyak-banyak, cukup bawa gadget atau smartphone semua mata pelajaran bisa diakses,” ujar Kadisdik Sumsel, Drs Widodo MPd kepada Detik Sumsel.

Grafis/Ilustrasi: Raam/Detik Sumsel

Widodo pun sangat meyakini jika teknologi sudah sangat familiar atau akrab bagi siswa. Untuk itulah, dari sisi SDM, penerapan sistem digital dalam proses belajar tidak akan mendapatkan hambatan yang cukup berarti.

Baca Juga :   Korban Surat Rapid Tes Palsu Lapor Polisi

“e-book itu yang akan memotong rantai kemajuan proses KBM dari konvensional ke digital. Dari sisi proses KBM ini akan terjadi lompatan proses, dari sisi harga e-book 80% lebih murah dari harga buku reguler,” jelasnya.

Untuk biaya, Widodo memperkirakan satu siswa akan dialokasikan sekitar Rp4 juta untuk gadget atau smartphone plus aplikasi download semua mata pelajaran. “Kalau estimasi sekitar Rp4 juta untuk setiap siswa, dan gadget ini akan dipakai untuk siswa-siswa berikutnya karena statusnya akan menjadi inventaris sekolah,” terangnya.

Kepala Dinas Pendidikan Sumsel, Drs H Widodo MPd

Lanjutnya, penerapan e-book ini akan dilakukan secara bertahap dengan sistem offline. “Jadi ini aplikasinya tidak online, tidak meski ada internet. Hanya cukup listrik saja untuk charger baterai gadget ataupun smartphone,” tambahnya.

Kemudian, untuk konten gadget atau smartphone nantinya hanya konten mata pelajaran, siswa tidak bisa mengakses konten-konten berbau negatif. “Jadi, benar-benar safety. Siswa tidak bisa mengakses konten berbau negatif,” cetusnya.

Baca Juga :   Berbelit, Dr Dora Akui Dosanya TTD MOU dan Bukti Terima Sendiri

Sementara itu, seperti yang sudah dilakukan SMK Negeri 5 Palembang, sekolah kejuruan ini sudah menyelenggarakan ujian berbasis android pada dua semester yang lalu. Alasannya, biaya yang dikeluarkan dalam penyelenggaraan ujian lebih efisien dibanding kertas.

“Android ini merupakan salah satu kecanggihan teknologi juga, karena selama ini ujian hanya on paper atau menggunakan kertas, maka kita mencoba untuk mengajari peserta didik untuk memanfaatkan teknologi seperti Android mereka,” terang Kepala SMKN 5 Palembang, Drs Zulfikri MPd.

Penggunaan Android, sambung dia, bisa menjadi media untuk memperkenalkan siswa terhadap alat teknologi. “Kita merasa semua menjadi efisien dan efektif, ujiannya jadi tidak harus membutuhkan tenaga kerja untuk mengoreksi hasil ujian mereka karena semua sudah terakumulasi dengan sendirinya berapa skor atau jumlah yang mereka dapat,” urainya.(tet)

H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC
Lakukan Penukaran Uang

About Deby

Avatar

Check Also

Kepemimpinan HIPMI Sumsel Diambil Alih Caretaker

Palembang, Detik Sumsel- Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), menunjuk Kms Alfarizi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *