Penghapusan Denda dan Bunga Pajak Kendaraan oleh Pemprov Sumsel
Diskusi Publik terkait penyelenggaraan Pilkada Serentak di Tengah Pandemi yang diadakan di Om Ndut Cafe Palembang, Kamis (15/10)

Tahapan Pilkada Dinilai Mampu Menjadi Klaster Baru dalam Penyebaran Covid-19

Palembang, Detik Sumsel – Polemik dalam penyelenggaraan Pilkada serentak Desember mendatang masih terus menjadi suatu perbincangan hangat, mulai dari tokoh politik, pengamat politik serta para penyelenggara Pilkada.

Melalui kegiatan Diskusi Publik yang diadakan di Om Ndut Cafe Palembang dengan tema “Efektiviras Pilkada Serentak di Tengah Pandemi”, Tokoh Politik Sumatera Selatan, Ramlan Holdan menjelaskan, bahwa tahapan kampanye dinilai dapat menjadi klaster baru dalam penyebaran Covid-19 dalam Pilkada Serentak tahun ini.

“Akan banyak yang terjangkit corona, mulai dari tahapan, pencoblosan hingga hari penghitungan,” kata Ramlan Holdan, Kamis (15/10).

Disampaikannya, Jika penyelenggaraan Pilkada tersebut masih akan terus dilanjutkan, banyak kerugiaan yang akan didapatkan, baik bagi partisipan, tim pemenangan ataupun bagi para Calon Kepala Daerah itu sendiri.

“Jika akhir Oktober jumlah pasien meningkat maka Presiden harus mengambil sikap untuk menunda Pilkada demi menyelamatkan umat manusia,” ujarnya.

Baca Juga :   Berebut 75 Kursi, Sebanyak 939 Caleg DPRD Sumsel Dipastikan Tumbang

Selain dihadiri oleh Ramlan Holdan, kegiatan diskusi publik yang digelar oleh salah satu Media Online yang ada di Sumatera Selatan itu juga turut menghadirkan Ketua KPU Sumsel, Kelly Maryana melalui Video Zoom Meeting.

Ketua KPU Sumsel, Kelly Maryana mengungkapkan, bahwa berbagai tantangan akan dihadapi dalam penyelenggaraan Pilkada serentak.

Namun, dalam hal ini, pihaknya terus berkomitmen selaku pelenyenggara untuk tidak nenunculkan apa yang ditakutkan dalam penyelenggaraan Pilkada.

“Pilkada harus dipersiapkan secara matang, tantangannya memang banyak sekali dan perlu strategi khusus dalam penyelenggaraab Pilkada di tengah Pandemi Covid-19 ini. Kami sebegai penyelenggara akan tetap menekankan terkait kepatuhan protokol kesehatan,” kata Kelly.

Dirinya juga berharap, para tim pemenangan dapat memanfaatkan teknologi seperti Facebook, instagram dan media sosial lainya untuk melakukan sosialisasi.

Baca Juga :   Kurangnya Akhlak Yang Baik Pengaruhi Besarnya Dampak Korupsi

“Tantangan yang paling berat yaitu penurunan partisipasi masyarakat dalam Pilkada ini. Dan pastinya juga kita terus berupaya agar Tempat Pemungutan Suara (TPS) tidak akan dijadikan klaster baru penyebaran covid 19 di pilkada ini,” tuturnya.

Sementara itu, Pengamat Sosial Politik, Bagindo Togar yang juga hadir dalam kegiatan diskusi tersebut mengungkapkan, bahwa untuk penyelenggaraan Pilkada yang masih akan tetap diselenggarakan Desember mendatang, dinilai dapat berpengaruh pada elektabilitas pemilih.

“Jangan berharap kalau tinggat partisipasi pemilih ini akan tinggi, karena saya pesimis. Angka 74 hingga 77 persen ini nyaris mustahil untuk direalisasikan. Maksimalnya paling 60 persen dari 7 Kabupaten yang menyelenggarakan Pilkada ini ,” pungkasnya. (Bet)

H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC
Lakukan Penukaran Uang

About Betta Agri

Betta Agri

Check Also

Enos-Yudha Bertekad Terus Tingkatkan Skor IPM OKU Timur

Palembang, Detik Sumsel- Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Lanosin …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *