Gran Fondo

Surat Kebun Miliknya Dipalsukan, Bahuda Laporkan Mantan Kakak Ipar Ke Polisi

# Tidak Terima Uang Ganti Rugi

Palembang, Detik Sumsel — Uang ganti rugi lahan kebun milik nya tidak diberikan oleh mantan kakak iparnya, membuat Bahuda Mustika (48) bersama anak kandung nya Dian Sembara (22) didampingi kuasa hukum nya Bahrul Ilmi Yakup mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumsel Kamis (20/9). Kedatangan tak lain untuk melaporkan mantan kakak iparnya berinisial ISM (45).

Dihadapan petugas Bahuda menjelaskan lahan kebun miliknya seluas 10 hektar, surat bukti kepemilikannya diduga sudah dipalsukan oleh terlapor ISM.

Lahan milik nya yang berada di Muara Dua, Kabupaten OKU Selatan sudah digunakan proyek pembangunan waduk, sehingga dirinya tidak mendapatkan ganti rugi dari pihak proyek.

“Sudah hampir 21 tahun kebun itu saya kelolah untuk bertanam tumbuh bermacam buah buahan. Saat terkena pembangunan proyek waduk saya tidak menerima sepeser pun uang ganti rugi. Dan kabarnya lahan saya sudah dibayar ganti rugi sebesar Rp 1,7 miliar kepada mantan suami saya. Memang saya sudah cerai dengan suami, tapi saya meminta hak saya,” ujar Bahuda.

Baca Juga :   Tarman Diringkus Saat Hendak Jual Motor Hasil Curiannya

Lebih lanjut dijelaskan nya, sejak bercerai dengan suaminya tahun 2015 lalu ia pindah ke Palembang dan bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Dan kebun miliknya dikelolah mantan suaminya. Dari perceraian tersebut kebun tersebut belum dibagikan.

“Dia (mantan suami) saya itu tidak bisa baca tulis, mungkin surat bukti lahan milik saya itu diduga dipalsukan oleh mantan kakak ipar saya. Banyak tanaman dikebun saya itu dan semua nya hasil keringat saya sendiri. Tapi saat ganti rugi, sepeser pun saya tidak dapat,”bebernya.

Dian Sembara, anak Bahuda menambahkan tujuan dari laporan yang mereka buat agar hak milik ibunya diberikan. Karena mereka sangat membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Kalau saya Saya memang sudah mendapatkan jatah Rp200 juta dari bapak saya. Namun untuk hak dari ganti rugi kebun itu ibu saya belum mendapatkan sepeser pun. Setelah bercerai ibu saya diusir dan lari ke Palembang bekerja sebagai pembantu. Kami melapor ini untuk mendapatkan keadilan,”ucapnya.

Baca Juga :   Simpan 17 Paket Sabu Remaja Ini di Bui

Sementara itu, kuasa hukum Bahuda, Dr Bahrul Ilmi Yakup SH MH CGL mengatakan Bahuda bersama anaknya melaporkan atas kasus dugaan penipuan, penggelapan, pemerasan dan pemalsuan dokumen. Sehingga Bahuda tidak mendapatkan ganti rugi yang seharusnya menjadi hak Bahuda.

“Surat kepemilikan tanah yang dipegang Bahuda diduga sudah dipalsukan dan serta ada unsur penipuan. Karena setelah bercerai belum ada pembagian harta yang seharusnya Bahuda mendapatkan setengah dari harta yang ada, tapi setelah ada ganti rugi belum ada pembagiannya,”ujar Bahrul.

Kepala SPKT Polda Sumsel AKBP Munaspin mengatakan, laporan dari pelapor Bahuda dan Dian, dinyatakan sudah diterima petugas SPKT Mapolda Sumsel dengan nomor LPB/743/IX/2018. Usai membuat laporan, pelapor pun langsung dimintai keterangan lebih lanjut oleh petugas penyidik Ditreskrimum Polda Sumsel.

“Laporan dari pihak pelapor sudah diterima dan sudah diarahkan untuk penyelidikannya ke penyidik Ditreskrimum,” ujar Munaspin.(oji)

H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC

About Fauzi

Avatar

Check Also

Pelaku Spesialis Jambret Handphone Anak – anak yang Viral di Instagram Diringkus

Palembang, Detik Sumsel — Anggota Unit IV Subdit III Jatanras Polda Sumsel meringkus dua pelaku …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *