Pemerintah Sumatera Selatan
TAG TOYOTA
BANK INDONESIA
17 Agustus 2020
Beranda Sriwijaya FC Sriwijaya FC Usulkan Liga 2 Dihentikan

Sriwijaya FC Usulkan Liga 2 Dihentikan

Tanggal : Pukul :
2473
0
Manajer Sriwijaya FC Hendri Zainuddin didampingi Asisten Manajer Mayumi Itsuwa.
Manajer Sriwijaya FC Hendri Zainuddin didampingi Asisten Manajer Mayumi Itsuwa.

Palembang, Detik Sumsel — Menindaklanjuti surat dari PT. Liga Indonesia Baru (PT. LIB) sebagai operator Liga 2 Indonesia Tahun 2020, PT. Sriwijaya Optimis Mandiri (PT. SOM), perusahaan pengelola Sriwijaya FC (SFC), mengirimkan surat balasan dengan nomor 91/PT.SOM/IV/2020 yang berisi usulan mengenai pelaksanaan Liga 2 Indonesia.

Wakil Direktur Utama (Wadirut) PT. SOM, Hendri Zainuddin, mengungkapkan bahwa melalui surat tersebut, Managemen Sriwijaya FC mengusulkan agar kompetisi dihentikan. Pasalnya, hingga saat ini tidak ada kepastian mengenai kapan berakhirnya pandemi Virus Corona atau Covid-19 yang sedang melanda Indonesia.

“Indonesia sangat luas dan memiliki bermacam-macam kasus, ada yang daerah yang baru mau berkembang kasus virus coronanya. Seperti Palembang, baru mau mengajukan usulan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Kita tidak tahu daerah masing-masing. Kita berikan ketegasan saja kepada PT. LIB agar diputuskan tidak ada kompetisi, namun hak dan kewajiban sama-sama di lindungi.” ujar Hendri Zaiuddin.

Baca Juga :   Minggu Ini, Kashartadi Tiba di Palembang

Sosok yang akrab disapa dengan panggilan HZ itu menegaskan, Sriwijaya FC tetap siap berkompetisi jika sebelum 29 Mei pemerintah mengeluarkan keputusan bahwa kondisi Indonesia sudah membaik. “Kecuali sampai tanggal 29 Mei ada pengumuman pemerintah bahwa kondisi Indonesia sudah membaik, maka kita siap berkompetisi. Kalaupun ada kompetisi lain selain Liga 2 yang cuma gengsi saja, SFC tidak ikut.” tuturnya.

Selain itu, Managemen SFC juga meminta kepada PT. LIB agar mengeluarkan regulasi yang jelas terkait aturan perpindahan pemain. Pemain yang mau pindah, harus mengantongi surat pindah dari klub masing-masing.

“Untuk SFC, 30 pemain saat ini adalah pemain kita sampai kompetisi digelar tahun 2021, karena sudah kita kasih DP. Kalau kompetisi digelar bulan Maret atau April tahun 2021, pemain langsung mendapatkan gaji dan tidak di DP (uang panjar) lagi. Namun harus ada regulasi yang jelas, agar nasib pemain jelas dan tidak mencari klub lagi di musim depan.” jelas Hendri Zainuddin.

Baca Juga :   Tagih Utang ke PT.LIB, Sriwijaya FC Minta Bantuan BOPI

Mengenai gaji pemain, pria berkacamata yang mempersembahkan gelar juara Indonesian Super League musim 2011/2012 itu menjelaskan, pihaknya sudah membayarkan hak pemain sesuai dengan petunjuk dari PSSI. SFC tetap berkomitmen untuk memenuhi hak dan kewajiban pemain dan pelatih. Dimana gaji diberikan sebesar 25 persen sampai bulan Juni. Jika bulan Juli tidak ada kompetisi, maka pemain dan pelatih tidak digaji lagi.

“PTBA, PUSRI, dan Bank Sumsel Babel, tidak bisa berbuat apa-apa dengan kondisi saat ini. Kita sudah yakinkan dan mereka tetap komitmen, tapi kompetisi harus tetap digelar. Kalau tidak, maka tidak ada sponsor. Kami juga menghimbau kepada pemain dan pelatih untuk tidak ribut-ribut karena ini musibah dan anggap ini ujian. Tapi, SFC punya komitmen untuk memenuhi hak dan kewajiban.” tutupnya. (ohs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here