Gran Fondo
Tampak pemandangan truk angkutan batu bara yang selalu mengintai kecelakaan ditengah-tengah jalan umum. Tepatnya di Talang Gabus, Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim

Soal Truk Batubara, Warga Muara Enim Tagih Janji Herman Deru

Muara Enim, Detik Sumsel- Timbul banyak pertanyaan warga yang bertanya-tanya setelah di lantiknya Gubernur Sumsel Herman Deru dan Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya, kapan kendaraan angkutan batu bara tidak melintas di jalan umum. Melainkan di jalan khusus batu bara atau rel kereta api.

Pertanyaan ini timbul, apakah kebijakan Gubernur sebelumnya akan dilanjutkan ataukah, Gubernur yang baru dilantik ini memiliki kebijakan sendiri memikirkan nasib warga masyarakat pengguna jalan umum, begitu juga memberikan solusi pada pihak perusahaan batu bara di Sumsel ini.

“Kita menunggu kebijakan, keberanian dan ketegasan dari Gubernur kita yang baru. Jika dibiarkan hal ini, kondisi jalan umum banyak rusak. Kecelakaan sering terjadi dengan dipicu banyaknya kendaraan angkutan batu bara yang memadati jalan umum,” kata Warga Muara Enim Ardi (35).

Baca Juga :   2019, Pendidikan dan Kesehatan Masih Jadi Prioritas Pemkab OI

“Kami berharap, pak Gubernur bisa secepatnya mengatasi masalah dispensasi angkutan batu bara yang melintas selama beratahun-tahun tak kunjung berhenti. Selalu di beri dispensasi bukan sebulan dua bulan tetapi bertahun-tahun,” tambahnya.

Terpisah, salah satu kejadian lagu kendaraan jenis truk mengakut batu bara  BG 8672 UW yang diduga bermuatan melebihi muatan (tonase) terpelosok di tanjakan Talang Gabus, Tanjung Enim, Kecamatan Lawang Kidul Kabupaten Muara Enim.

Truk batu bara yang dikemudikan Hernadi (45) Warga Prabumulih, berangkat dari PT SENA hendak mengisi stock file di servo. Namun, di tanjakan Talang Gabus, tepatnya di depan kantor PLN Tanjung Enim. Diduga mobil truk ini tidak kuat menanjak. Hingga mobil ini terpelosok dan menghantam tiang listrik dan telkom didekatnta hingga roboh.

Baca Juga :   Ini Alasan Nassar Tidak Datangi Pernikahan Muzdalifah

Salah satu saksi Johan (42) Warga sekitar mengatakan, memang di tanjakan talang gabus ini sering mobil batu bara terpelosok atau mundur, karena diduga muatan sudah terlalu berat atau sudah melebihi tonase kendaraan.

“Saya himbau kepada masyarakat untuk berhati hati jangan dibelakang kendaraan truk berat saat menanjak,” himbaunya.

Dalam kejadian dini hari Sabtu (6/10) tadi pukul 1.30 WIB tersebut tidak memakan korban,tapi mengakibatkan muatan batu bara berhamburan kejalan dan menyebabkan kemacetan.(ndi)

H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC

About Andi Ardian

Avatar

Check Also

Pelaku Spesialis Jambret Handphone Anak – anak yang Viral di Instagram Diringkus

Palembang, Detik Sumsel — Anggota Unit IV Subdit III Jatanras Polda Sumsel meringkus dua pelaku …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *