Pemerintah Sumatera Selatan
Beranda Kriminal Sidang Siram Air Keras Berakhir Ricuh

Sidang Siram Air Keras Berakhir Ricuh

Tanggal : Pukul :
511
0
Sidang kasus penyiraman air keras berujung ricuh di PN Klas 1A khusus Palembang
Sidang kasus penyiraman air keras berujung ricuh di PN Klas 1A khusus Palembang

Palembang, Detik Sumsel,– Sidang penganiayaan dengan terdakwa Medy Zalfitri Alias Medi dan Ilham Holik alias Oom yang melakukan penganiayaan terhadap korban M Rifai alias Ipan berujung ricuh di PN Klas 1A khusus Palembang, Rabu Sore (10/04)

Sidang yang awalnya berlangsung tertib diketuai Majelis Hakim Saiman SH MH dan JPU Purnama sofyan SH mendadak heboh setelah pihak keluarga korban terlibat adu mulut dan terpancing emosinya dengan terdakwa usai sidang ditutup.

Dari ruang sidang lantai dua gedung PN Klas 1A khusus Palembang keluarga korban mengejar terdakwa dan kerabat terdakwa lantaran masih tak terima atas perbuatan terdakwa yang membuat cacat dimuka korban dan sekujur tubuhnya.

Beruntung aksi keributan dapat dicegah oleh petugas pengawalan kejaksaan yang langsung melerai keributan dan di bantu pihak kepolisian yang mengawal.

Kedua terdakwa sendiri dijerat JPU dengan pasal 351 ayat 2 KUHP Jo 55 ayat 1 tentang penganiayaan yang menyebabkan korban cacat dan dilakukan dengan bersama sama dan diancam maksimal kurungan 5 tahun penjara.

Diketahui Bahwa mereka terdakwa IĀ  dan terdakwa II, pada hari Minggu tanggal 30 Desember 2018 sekira jam 21.30 WIB atau setidak-tidaknya disekitar bulan Desember tahun 2018, bertempat di Jalan Siaran Kel. Sako Kec. Sako PalembangĀ  tepatnya Depan Indomaret Sako.

Sekira pukul 20.00 WIB, terdakwa I sedang duduk diwarung rokok terminal Sako, kemudian MAT BREK (DPO) datang menemui terdakwa I dan mengajak terdakwa I untuk bertemu dengan terdakwa II didepan indomaret Celentang, setelah bertemu dengan terdakwa II, MAT BREK (DPO) menyuruh terdakwa I dan terdakwa II untuk menyiram saksi korban M. RIFAI alias IPAN dengan cuka para / air keras, yang telah disiapkan oleh MAT BREK (DPO) dengan upah sebesar Rp. 2.000.000,- (dua juta rupiah) yang mana terdakwa I serta terdakwa II pun menyetujuinya,

Selanjutnya MAT BREK (DPO) memberikan 1 (satu) buah kaleng yang berisi cuka para / air keras yang masih berada didalam botol kepada terdakwa II, kemudian terdakwa I dan terdakwa II menyiapkan sebo (penutup wajah) sebanyak 2 (dua) buah, MAT BREK (DPO) mengajak terdakwa I dan terdakwa II untuk melihat saksi korban M.RIFAI alias IPAN yang sedang duduk berjualan petasan didepan indomaret di daerah Sako, setelah itu terdakwa I dan terdakwa II diantar lagi oleh MAT BREK (DPO) ke terminal Sako untuk mencari sepeda motor yang akan digunakan untuk melakukan penyiraman cuka para, setelah mendapatkan pinjaman sepeda motor dari orang yang saat itu sedang minum tuak diwarung, kemudian terdakwa I dan terdakwa II langsung pergi menuju tempat saksi korban M. RIFAI alias IPAN berjualan petasan,

Didalam perjalanan terdakwa I dan terdakwa II lansung menggunakan sebo, sesampainya didepan indomaret, terdakwa II langsung turun mendekati saksi korban M. RIFAI alias IPAN sambil berpura-pura membeli petasan, pada saat itu terdakwa II langsung menyiram cuka para tersebut kearah wajah saksi korban M. RIFAI alias IPAN, sehingga saksi korban M.RIFAI alias IPAN teriak kepanasan, kemudian terdakwa I dan terdakwa II langsung pergi meninggalkan saksi korban M. RIFAI alias IPAN yang berteriak minta tolong, , selanjutnya terdakwa I dan terdakwa II menemui MAT BREK untuk mengambil uang bayaran setelah melakukan penyiraman cuka para terhadap saksi korban M. RIFAI alias IPAN.

Akibat perbuatan para terdakwa, saksi korban MUHAMMAD RIFAI alias IPAN bin SAHABUDIN mengalami luka bakar di dahi, pipi kiri, leher kiri, dan pipi kanan sesuai dengan hasil Visum Et Repertum Rumah Sakit Bhayangkara Palembang Nomor : VER/33/I/2019/RUMKIT tanggal 02 Januari 2019 yang ditanda tangani oleh dr.Karina.(vot)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here