Pemerintah Sumatera Selatan
Pemerintah Sumatera Selatan
Beranda Nasional Siapkan 1000 Porsi Perhari, Foodtruck ACT Bantu Pengungsi Kota Palu

Siapkan 1000 Porsi Perhari, Foodtruck ACT Bantu Pengungsi Kota Palu

Tanggal : Pukul :
578
0
Foodtruck ACT siap 1000 Porsi Perhari untuk pengungsi di Palu. F:Poetra/Detik Sumsel
Foodtruck ACT siap 1000 Porsi Perhari untuk pengungsi di Palu. F:Poetra/Detik Sumsel

Palu, Detik Sumsel, – Memastikan kondisi pengungsi agar tak kekurangan makanan, Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) luncurkan foodtruck di Posko Bencana Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), Kamis (25/10).

Foodtruck yang khusus dirancang oleh Relawan ACT  ini rencananya akan berkeliling ke daerah bencana gempa, tsunami, dan likuifaksi di Sulteng. Mobil kontainer yang disulap menjadi sebuah dapur berjalan ini tiba di Posko Duyu satu jam sebelum makan siang. Para kru langsung bersiap-siap memulai masak.

Eksekutif Chef Jonie Kusuma Hadi, mengatakan dalam satu tim ada sekitar 13 orang yang ia bawa langsung dari Jakarta. Terdiri dari helper, Cook, supporting, driver dan co-driver. “Hari ini aksi pertama di Palu, kemarin sampai langsung prepare cari bahan makanan di beberapa pasar. Kita jadwalkan 1.000 porsi per hari di tempat berbeda-beda. Jadi kita tidak hanya fokus di satu tempat,” kata Chef Jonie di lokasi pengungsian.

Jonie menjelaskan, untuk menu yang akan dibuat nantinya menyesuaikan bahan baku yang ada di lapangan.” Hari ini kita akan buat olahan ayam, olahan telur, sayuran, nasi putih dan sambal. Menunya berbeda setiap hari. Kebetulan kita punya tim yang luar biasa, mereka dari beberapa hotel yang memang profesional di bidangnya,” jelasnya.

Jonie mengungkapkan, ia dan rekannya memiliki alasan khusus untuk terjun menjadi relawan pada bencana alam. Pekerjaan monoton setiap hari membuatnya jenuh.
“Kita memang selama 20 tahun gerak di bidang bisnis, kita tiap hari memikirkan bisnis. Dalam hati kecil saya bosan, begitu saja setiap hari, akhirnya dari itu kami untuj ikut kegiatan sosial. Niat kami membantu saudara membutuhkan bantuan di profesi kami, semoga sangat membantu,” terangnya.

Foodtruck ini lanjut Jonie akan berada di Sulteng hingga satu bulan setengah ke depan. Kedatangan tim ini juga untuk membantu mendukung kesehatan makanan para pengungsi yang identik dengan mie instan dan nasi atau makanan ala kadarnya. “Insya Allah makanan yang kita masak ini higienis bagi para pengungsi, ini juga memastikan keadaan para pengungsi agar tetap sehat.” tukasnya.(Vot)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here