Pasang Iklan Detik Sumsel
Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Daerah Sepasang Wanita dan Pria yang di Gerebek Berbuat Mesum di Lahat Didenda...

Sepasang Wanita dan Pria yang di Gerebek Berbuat Mesum di Lahat Didenda Bersihkan Dusun

Tanggal : Pukul :
702
0
Rumah yang digunakan untuk berbuat mesum di Lahat

Lahat, Detik Sumsel — Pasca digerbek warga, lantaran berbuat mesum dengan pria berkenagaraan asing (WNA), yang bekerja di PT CHP (China Huadian Power Plan Operation Indonesia), subkon salah satu perusahan tambang batubara di Lahat. Rumah milik Nopriana Yusnita (33), di Desa Tanjung Payang sudah kosong.

Nopriana kini terpaksa menanggung malu, lantaran sempat membuat heboh warga desa. Terakhir diketahui pria mesum ini bernama Huang Ming Liang (40), bekerja sebagai koki. Sedangkan Nopriana sebagai pembantunya. Cinta terlarang keduanya bermula sama-sama bekerja di dapur, berujung pada adegan di ranjang di salah satu rumah milik Yusnita.”Keduanya jelas akan diberikan sanksi tegas. Saya mewakili nama perusahaan meminta maaf kepada warga Desa Tanjung Payang, dan siap memenuhi tuntutan warga untuk membersihkan dusun,” ujar Arie, Minggu (20/1).Sebelumnya, Jumat (18/1) sekitar pukul 10.00 WIB, warga perumahan Griya Lematang Asri, Desa Tanjung Payang, Kecamatan Lahat Selatan, Lahat. Dibuat kesal oleh pasangan bukan suami istri yang kepergok berbuat mesum.Kejadian ini diketahui, lantaran warga curiga. Gara-gara rumah Nopriana selama ini selalu kosong. Tiba-tiba didatangi Nopriana bersama pria, yang diketahui warga bukanlah suaminya. Warga pun sepakat melakukan penggerbekan. Melihat keduanya sedang berbuat mesum tanpa busana warga pun langsung melapor ke aparat desa.”Warga tidak tahu kalau Nopriana ini sudah bercerai. Dia juga tidak tercatat lagi sebagai warga sini, karena tidak ada pemberitahuan. Kalau identitasnya warga Merapi,” terang Heru, Kades Tanjung Payang, Sabtu (19/1).Akibat ulahnya yang dianggap sudah mengotori dusun, pasangan mesum ini diminta warga untuk membersihkan desa. Dengan cara menyiapkan seekor kerbau,  yang nantinya akan disembelih bersama warga dimasak dan dimakan seluruh warga. “Sekitar Rp 20 juta, kalau dirupiahkan. Kami tidak meminta uang. Sedekah ini penting,  sudah jadi tradisi agar jadi peringatan bagi yang lain,” ujar Heru. (heru).

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here