Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Advertorial OKU Timur Penyumbang Sapi Terbesar di Sumsel diganjar Rekor MURI

OKU Timur Penyumbang Sapi Terbesar di Sumsel diganjar Rekor MURI

Tanggal : Pukul :
326
0
Kholid Mawardi S.Sos M.Si didampingi Kadin Perikanan dan Peternakan Tubagus Sunarseno saat meninjau sapi

Martapura Detik Sumsel- Untuk peternak sapi di OKU Timur pernah jatuh karena faktor keamanan. Namun saat ini Kabupaten OKU Timur merupakan penyumbang sapi potong terbesar di Sumsel. Sesuai data yang ada OKU Timur menyumbang sebanyak 23,41 persen atau 68,995 ekor dari jumlah total populasi sapi di provinsi Sumsel pada 2018 sebanyak 294.714 ekor.

Bupati OKU Timur Kholid Mawardi, S.Sos MSi, pada acara sinkronisasi Estrus, pencanangan gerakan pembersihan dan penyemprotan kandan serta kegiatan kontes ternak tingkat kabupaten di Desa Bandar Jaya, Kecamatan BP Peliung.

Kholid Mawardi saat menerima penghargaan dari MURI Inseminasi pada ternak sapi terbanyak.

Pemkab OKU Timur melalui Dinas Perikanan dan Peternakan membuat terobosan yang besar dalam peningkatan populasi sapi potong, sebuah inovasi yang kemudian diramu dan dilaksanakan dengan dedikasi yang tinggi oleh pegawai dan petugas di lapangan sehingga berbuah suatu pencapaian dan penghargaan dari MURI Inseminasi buatan pada ternak sapi terbanyak.

Terobosan dan pencapaian yang dilakukan oleh Dinas Perikanan dan Peternakan ini dapat menjadi pembakar semangat dan motivasi OPD-OPD dalam pencapaian kinerja dan berbuat untuk masyarakat OKU Timur “Dengan demikian apa yang kita cita-citakan untuk mewujudkan pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis pada pembangunan pertanian berkelanjutan, perkebunan, tanaman pangan, peternakan dan perikanan dapat terwujud sesuai dengan apa yang kita harapkan bersama,” ujarnya, Rabu (30/10).

Tubagus Sunarseno saat menerima penghargaan dari MURI Inseminasi pada ternak sapi terbanyak.

Dalam populasi sapi potong di Sumsel OKU Timur merupakan penyumbang terbesar sebanyak 23,41 persen, maupun 68,995 ekor dari jumlah total populasi sapi di provinsi ini pada 2018 sebanyak 294.714 ekor. Trend perkembangan peningkatan populasi sapi di OKU Timur mempunyai potensi yang luar biasa untuk membangun ekonomi kerakyatan berbasis pengembangan sapi potong.

Berdasarkan data Ditjen Peternakan pada 2009-2014, konsumsi daging ruminasia meningkat sebesar 18,2 persen dari 4,4 gram/Kap/hari, pada 2009 menjadi 5.2 gram/Kap/Hari pada 2014. Dilain pihak dalam tempo yang sama penyediaan daging sapi lokal rata-rata baru memenuhi 65.24 persen kebutuhan nasional sehingga kekurangannya masih dipenuhi dari impor baik yang merupakan sapi bakalan maupun daging beku.

Poto bersama Bupati dengan Tim dinas Peternakan dan Perikanan

Sementara Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan OKU Timur Ir H Kanjeng Tubagus Sunarseno menegaskan Sinkronisasi estrus maupun penyerentakan birahi merupakan suatu usaha untuk menimbulkan birahi pada sekelompok ternak secara bersamaan dengan bantuan hormon sehingga diperoleh peningkatan angka kebuntingan.

Gerakan pembersihan kandang merupakan salah satu rangkaian biosecurity yang dilaksanakan dalam mendukung program kesehatan hewan dimana salah satunya dengan menjaga sanitasi kandang. “Kontes ternak dilaksanakan sebagai salah satu upaya untuk memotivasi peternak dalam memelihara hewan ternaknya sehingga pada akhirnya nilai jual dari ternak akan meningkat,” pungkasnya. (Adv/Sus)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here