Detik
Penyerahan Raperda Eksekutif dan Legislatif yang dilakukan oleh Bupati OKU Drs Kuryana Aziz dan Wakil Ketua DPRD OKU Hj Indrawati. 

Sembilan Raperda OKU Dibahas Dalam Sidang Paripurna

Baturaja, Detik Sumsel — Sepekan setelah bermaaf-maafan, eksekutif dan legislatif di OKU kembali duduk bersama dalam Rapat Paripurna III DPRD OKU masa persidangan ke 2 tahun sidang 2019 dalam rangka pembahasan Raperda kabupaten OKU tahun 2019. Agenda Paripurna yakni pembukaan rapat paripurna dan penyampaian Raperda Kabupaten OKU tahun 2019.

Bupati OKU, Drs H Kuryana Azis dalam pidato pengantar Raperda, menyampaikan 8 Raperda inisiatif Pemerintah Kabupaten OKU. 8 Raperda tersebut yakni Perda tentang perubahan atas Perda nomor 12 tahun 2010 tentang pajak hiburan, Raperda tentang perubahan atas Perda nomor 6 tahun 2016 tentang pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa. Kemudian lanjut Kuryana,  Perda tentang retribusi perpanjangan izin mempekerjakan tenaga kerja asing.

Raperda ke empat yang diusulkan Pemkab OKU yakni Raperda tentang kabupaten layak anak. Diterangkan Kuryana, untuk menjamin pemenuhan hak anak dan perlindungan anak yang merupakan hak asasi manusia diperlukan upaya sungguh-sungguh dari pemerintah daerah, masyarakat dan dunia usaha melalui pengembangan Kabupaten layak anak.

“Sehubungan dengan komitmen Pemkab OKU untuk mewujudkan Kabupaten layak anak, ke hadapan dewan yang terhormat telah disampaikan Raperda Kabupaten OKU untuk mendapatkan persetujuan bersama dan ditetapkan menjadi peraturan daerah,” tukas Kuryana.

Baca Juga :   Foto : Kebakaran Gudang di Talang Buruk Palembang

Kemudian Raperda tentang dukungan Pemkab OKU terhadap Pembukaan Program study diluar kampus utama Polteksri di OKU. Raperda tentang pembentukan dan susunan
Badan penanggulanhan bencana OKU. Raperda pembentukan Susunan Badan Kesbangpol OKU serta Raperda Tentang Kepemudaan

Dikatakan Kuryana, sesuai undang-undang nomor 12 Tahun 2011 tentang pembentukan peraturan perundang-undangan undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah, Raperda tersebut kiranya dapat dibahas bersama untuk mendapat persetujuan bersama dalam rapat paripurna DPRD OKU.

“Mudah-mudahan segala usaha dan upaya yang telah dan akan kita laksanakan pada masa-masa mendatang demi kemajuan negara dan bangsa, utamanya bagi Bumi Sebimbing Sekundang yang sama-sama kita cinta ini akan mendapatkan ridho dari Allah SWT,” pungkas Kuryana.

Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (BPPD) DPRD OKU, Yopi Sahruddin SSos, saat menyampaikan pidato pengantar DPRD Kabupaten OKU terhadap Raperda inisiatif DPRD kabupaten OKU memgusulkan Raperda tentang pengelolaan dan pengawasan rumah,

Baca Juga :   Tiga Kasus Besar dan Menonjol Menanti Dirreskrium Polda Sumsel yang Baru

Dikatakan Yopi, dengan banyaknya para pendatang yang akan melanjutkan studi ke Kabupaten OKU, tentunya banyak pula rumah kos atau yang sering disebut dengan kos-kosan menjamur di Kabupaten OKU. Hal ini tentunya harus mendapat pengawasan yang lebih dari pemerintah daerah meliputi pengelolaan rumah kos, izin pengelolaan rumah kos, pemutahiran izin pengelolaan rumah kos, hak dan kewajiban, partisipasi masyarakat, pembinaan dan pengawasan, serta sanksi administratif bagi pemilik rumah kos.

“Melihat dari sudut pandang di atas, DPRD OKU menilai perlu membuat suatu Perda tentang pengelolaan dan pengawasan rumah kost untuk mewujudkan Kabupaten OKU sebagai kota yang berlandaskan kearifan lokal, mencitrakan Kabupaten OKU sebagai Kota pendidikan, budaya, jasa, niaga, yang menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan norma-norma kesusilaan, penataan dan pengendalian kependudukan serta melindungi kepentingan semua pihak, menciptakan rasa aman dan ketertiban dalam lingkungan masyarakat,” ucap Yopi. (fei).

H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC

About Feriandi

Avatar

Check Also

Kesadaran Warga Terapkan Prokes Menurun

Lahat, Detik Sumsel — Kesadaran masyarakat terhadap protokol kesehatan seperti menggunakan masker, terpantau kian mengendor. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *