Penghapusan Denda dan Bunga Pajak Kendaraan oleh Pemprov Sumsel
SELESAIKAN PERSOALAN BENTAYAN : Wakil Bupati Musi Banyuasin Beni Hernedi. saat melakukan pengecek kondisi dan sekaligus mengadakan Sosialisasi Hasil Pendataan Warga Binaan Dalam Kawasan Hutan Swaka Marga Satwa (SMS) Bentayan Kecamatan Tungkal Jaya. (Foto : Humas Pemkab Muba)

Selesaikan Persoalan Bentayan, Beni : Jangan Ada Penumpang Gelap

Sekayu, Detik Sumsel – Banyaknya informasi yang dinilai menyesatkan dalam proses pengelolaan hutan kawasan Swaka Marga Satwa (SMS) Bentayan, Wakil Bupati Musi Banyuasin, Beni Hernedi menegaskan kepada masyarakat untuk tidak terpancing terhadap informasi yang tidak benar.

Sebabaliknya orang nomor dua di Bumi Serasan Sekate itu, menghimbau untuk berhati-hati terhadap ‘Penumpang Gelap’ yang tiba-tiba saja masuk dalam proses.

“Saya meminta agar masyarakat dalam kawasan hutan disini sekiranya bersabar saja. Karena saat ini tim yang terkait sedang melakukan verifikasi dan memastikan kebenaran data, sehingga pada saatnya nanti program tersebut tidak salah sasaran tapi dengan catatan jumlah luasan yang sudah ada tidak boleh bertambah dan tidak boleh ada penumpang gelap  atau pemilik yang tidak jelas,” tegas Beni pada kunjungan lapangan ke Dusun Belido III, Desa Suka Damai, Kecamatan Tungkal Jaya. Selasa (29/1)

Baca Juga :   Tak Hanya Susah Sinyal, Dua Desa Ini Terancam Terisolir

Dikatakan Beni, bahwa beberapa bulan lalu Presiden RI Joko Widodo di Palembang telah menyerahkan sertifikat pengelolaan 20 ribu hektar lebih hutan dalam kawasan di Muba kepada masyarakat. Ditambahkannya, jika status kepemilikan sudah jelas dan sudah mendapat pengakuan dari pemangku kebijakan, maka dirinya berjanji akan untuk mendorong pemerintah untuk ikut berpastisipasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Jika semua permasalahan sudah selesai dan telah memiliki kekuatan hukumnya, saya paling depan, untuk mendorong Pemerintah Pusat maupun Daerah untuk membangun infarstruktur untuk masuk kesini seperti listrik, jalan dan fasilitas umum lainnya,” tegasnya.

Beni juga meminta, kepada masyarakat untuk mendukung dan membantu mensukseskan program tersebut dan harus transparan. “Program ini, akan kita segerakan untuk mendapat pengakuan dari Pemerintah, yang paling penting hutan harus dijaga kelestariannya dan tidak boleh diperjual-belikan. Jika itu terjadi, makan akan berdampak pada kondisi wilayah ini sendiri,” tegasnya.

Baca Juga :   Waspada Banjir, Camat IT 1 Minta Warga Terus Jaga Kebersihan Lingkungan

Dijelaskan, pada Pemerintahan saat ini sesuai dengan Nawacita Presiden RI Joko Widodo yang memilki program negara hadir memberikan hak rakyat yang berada dalam kawasan hutan berupa hak  pengakuan dan perlindungan serta legal keberadaannya yang berada di dalam kawasan hutan. “Tapi dengan catatan tidak boleh dirusak dan harus sesuai dengan aturan yang ada,” pungkasnya.

Sementara itu salah satu warga Suka Damai, Parman (52) mengungkapkan, ” harapan kami kedepannya setelah mendapatkan hak pengakuan dan perlindungan atas status hak dalam kawasan hutan,  agar Pemerintah memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan dan listrik disini, “ungkapnya.

Pada kegiatan tersebut, Wakil Bupati Musi Banyuasin langsung mengecek kondisi dan sekaligus mengadakan Sosialisasi Hasil Pendataan Warga Binaan Dalam Kawasan Hutan Swaka Marga Satwa (SMS) Bentayan Kecamatan Tungkal Jaya. (edy)

H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC
Lakukan Penukaran Uang

About Edy Parmansyah

Avatar

Check Also

Polres OKUT Belum Terima Laporan Terkait Netralitas ASN

Martapura, Detik Sumsel — Polres OKU Timur mengaku belum menerima laporan terkait netralitas personel Polisi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *