Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Liputan Khusus Selamat Tinggal Bensin

Selamat Tinggal Bensin

Tanggal : Pukul :
732
0
Bupati Muba Dodi Reza Alex saat berkunjung ke ITB untuk merealisasikan konversi Kelapa Sawit menjadi BBM. (Foto: Humas Pemkab Muba for Detik Sumsel)

Lipsus, Detik Sumsel- Keterbatasan bahan bakar fosil sebagai salah satu sumber energi yang tidak dapat diperbarui di Indonesia menjadikan wacana untuk menciptakan sumber energi alternatif dari bahan baku lain yang jumlahnya masih melimpah dan dapat diperbarui. Terlebih, saat ini untuk bahan bakar (BBM) jenis Bensin yang semakin langkah diperoleh, bahkan untuk mendapatkan bbm jenis bensin ini kendaraan roda dua dan roda empat harus rela antrian panjang hingga memakan badan jalan raya.

Menyiasati hal tersebut, Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin dengan menggandeng Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit Kelapa Sawit (BPDP-KS) akan mengelola inti kelapa sawit menjadi menjadi bahan bakar nabati atau biofuel.

“Saat ini Pemkab Muba sedang menuju pembuatan biofuel yang berbasis sawit, Muba dengan memiliki potensi kelapa sawit yang cukup luas berkeinginan untuk melakukan transformasi industri sawit sehingga akan bisa mendongkrak haga jual TBS kelapa sawit pekebun, kalau inovasi ini direalisasikan, perlahan kita akan meninggalkan BBM, oleh sebab itu kami bersama ITB dan BPDP-KS bekerjasama dalam merealisasikan terobosan inovasi energi terbarukan biofuel ini,” terangnya.

Baca Juga :   Warga Sebut Pemilu 2019 Merepotkan

Dodi menambahkan, upaya pembenahan tersebut diharapkan mampu menyentuh kebutuhan pokok pekebun sawit untuk memperjuangkan terwujudnya pekebun sawit yang sejahtera, mandiri, berdaulat dan berkelanjutan.

“Kita juga nantinya berencana akan membangun mini refinery untuk penampungan sementara, dan sebagai langkah awal, produksi turunan dari tandan buah segar itu akan dikirim ke kilang minyak milik PT. Pertamina di Plaju, Palembang,” bebernya.

Kemudian, mantan anggota DPR RI dua periode ini juga menambahkan setelah berjalan nantinya di tahap awal dirinya akan mewajibkan seluruh kendaraan dinas di lingkungan Pemkab Muba menggunakan bahan bakar atau biofuel tersebut untuk operasional.

“Dalam waktu dekat MoU akan segera kita lakukan bersama ITB dan BPDP-KS untuk segera merealisasikan ini, dan nantinya tahap awal kendaraan dinas di Pemkab Muba wajib pakai bio fuel Muba ini sebagai wujud implementasi pemanfaatan energi terbarukan dan sustanaible atau berkelanjutan,” ulasnya.

Sementara itu, untuk tahapan proses pengelolaan minyak nabati dari inti kelapa sawit yakni dimulai dari proses perengkahan – LPG – Biogasoline/green gasoline. Secara umum minyak nabati dapat terurai secara biologis dan lebih sempurna (lebih dari 90% dalam waktu 21 hari) daripada bahan bakar minyak bumi (sekitar 20% dalam waktu 21 hari). Di samping itu, pemanfaatan minyak nabati sebagai bahan bakar diharapkan dapat memberikan nilai ekonomi di bidang pertanian.

Baca Juga :   Ramai-ramai Warganet Hujat Akun Facebook Deri Permana

“Salah satu minyak nabati yang mempunyai potensi untuk dijadikan sebagai bahan bakar alternatif adalah minyak kelapa sawit. Pemilihan minyak kelapa sawit sebagai sumber energi alternatif sangat tepat dilakukan di Indonesia karena Indonesia merupakan negara penghasil minyak kelapa sawit terbesar kedua di dunia setelah negeri Jiran Malaysia,” ungkap Ketua Program Studi (Prodi) S2 dan S3 Teknik Kimia ITB, Dr IGBN Makertihartha.

Lanjutnya, pihak ITB khususnya Prodi Teknik Kimia sangat menyambut baik langkah dan program terobosan yang akan dilakukan Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin dalam upaya mengembangkan bahan bakar dari inti kelapa sawit. “Kami sangat siap dan mendukung untuk merealisasikan ini, ini akan menjadi kerjasama yang baik dan bermanfaat bagi masyarakat khususnya petani sawit rakyat,” pungkasnya.(edy)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here