Pemerintah Sumatera Selatan
Beranda Liputan Khusus Sekolah Gratis di Sumsel Bakal Berakhir

Sekolah Gratis di Sumsel Bakal Berakhir

Tanggal : Pukul :
9754
6
Siswa-siswi SMA Negeri 3 Palembang saat pulang sekolah, diketahui SMA Negeri 3 mulai Tahun Ajaran Baru 2019/2020 mulai melakukan pungutan SPP dengan nominal maksimal RP1 juta setiap siswa. (Foto: Tohir/Detik Sumsel)

Lipsus, Detik Sumsel – Pendidikan gratis di Sumatera Selatan yang di klaim sudah berjalan kurang lebih hampir 15 tahun, bakal tidak berlanjut untuk beberapa sekolah di jenjang SMA Negeri, pasalnya Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, berencana akan mengeluarkan peraturan untuk mewajibkan 27 SMA Negeri di Sumsel, untuk melakukan pungutan biaya SPP dengan nominal maksimal Rp 1 juta kepada setiap siswa.

Banyak pertimbangan yang sudah dipikirkan mantan Bupati OKU Timur dua periode tersebut dalam melaksanakan aturan itu, meski sempat mendapat penolakan dari berbagai pihak, namun dipastikan program sekolah gratis yang digencarkan selama ini bakal berakhir untuk beberapa sekolah.

Herman Deru mengatakan, sebenarnya ia telah berkomitmen menyediakan pendidikan gratis bagi anak-anak di Sumsel. Namun tahun 2017-2018 sebelum ia dilantik menjadi Gubernur, telah terjadi keterlambatan pembayaran (transfer). Oleh karena itulah, agar proses pendidikan ini terus berjalan, komite dan pihak sekolah mengambil kebijakan memungut biaya.

“Waktu itu saya belum jadi Gubernur. Keterlambatan transfer itu terjadi 3 triwulan kurang lebih 9 bulan. Komitmen saya kalau bilang gratis ya gratis, jangan bilang gratis tapi tidak gratis,” jelasnya.

Di jelaskannya pasca dilantik 1 Oktober, Dirinya diharuskan membayar kurang lebih Rp 96 miliar. Ia pun berinisiatif mendahulukan membayar kepentingan itu, yang diambil dari APBD. Pada tahun 2019 ini, jelas dia, sekolah dibedakan berdasarkan cluster yakni sekolah gratis dan sekolah berbayar. Dari 437 sekolah SMA dan SMK yang ada, sebanyak 27 sekolah di kab/kota masuk kategori sekolah mandiri.

Baca Juga :   72 Desa di Sumsel Belum Dialiri Listrik

Menurut Herman Deru, dirinya berkeinginan tak hanya siswa di kota saja yang mendapatkan fasilitas terbaik seperti AC di ruang kelas dan makan gratis. Melainkan siswa di sekolah gratis yang jauh dari kota, juga demikian.

“Saya tidak mau seperti itu, saya ingin semuanya adil. Sekolah gratis tetap jalan, hanya saja untuk sekolah mandiri yang menggunakan fasilitas listrik, AC, asrama, dan makan ini, tidak mungkin digratiskan karena tentu ini tidak akan balance jadinya” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sumsel, Drs Widodo MPd, sebelumnya mengatakan, akan ada 27 sekolah yang diperkenankan melakukan pungutan SPP nantinya dengan besaran maksimal Rp 1 juta untuk setiap siswa, yakni diantaranya Palembang : SMAN 3, SMAN 4, SMAN 5, SMAN 6, SMAN 8, Pagaralam : SMAN 1, SMAN 4, Prabumulih: SMAN 1 Lubuklinggau, PALI: SMAN 2 Talang Ubi, OKU Timur: SMAN 1 Belitang, SMAN 3 Martapura, SMAN Semendawai Suku III, SMAN 1 Belitang III.

Kemudian, OKU: SMAN 4 OKU, OKI: SMAN 1 Kayuagung, SMAN 3 Kayuagung, OI: SMAN 1 Indralaya Utara, Musi Rawas: SMAN 1 Megang Sakti, SMAN 2 Muara Beliti, Muba: SMAN 2 Sekayu, Muara Enim: SMAN 1 Muaraenim, SMAN 2 Muaraenim, Lahat: SMAN 4 Lahat, Empat Lawang: SMAN 1, Banyuasin: SMAN 2 Banyuasin III.

Baca Juga :   Herman Deru Minta BPS Survei Tingkat Kebahagaian Masyarakat Sumsel

Dijelaskannya, nominal setiap pungutan tersebut tidak berlaku untuk setiap siswa. Artinya bisa saja setiap anak bayar SPP berbeda. “Logikanya gini, gak mungkin anak pejabat bayar Rp 100 ribu. Jadi nanti usai tes dan dinyatakan lulus, orangtua akan diwawancara. Sanggup bayar berapa setiap bulannya,” terangnya.

Lanjutnya, alasan dari sekolah ini diperbolehkan melakukan pungutan karena proses belajarnya berbeda. Apalagi pemerintah menginginkan ada keunggulan dari sisi mutu maupun proses dan hasilnya terhadap pendidikan di Sumsel.

“Ini juga merupakan fasilitasi keinginan orang tua yang menginginkan anak-anaknya lebih baik. Kita tetap kompetitif di nasional dan internasional. Dengan catatan, tetap menyediakan kuota 20 persen bagi anak pra sejahtera,” tegasnya.

Penentuan sekolah mandiri ini pun harus terlebih dahulu di verifikasi oleh Disdik Sumsel. Setelah terlebih dahulu pengusulan oleh sekolah, baru akan dilihat apakah sudah memenuhi 8 standar pendidikan.

“Selain itu dilihat juga implementasi pelaksanaan kebijakan pemerintah di bidang pendidikan, keunggulan dan prestasi sekolah baik siswa, guru dan ketenaga pendidikan,” pungkasnya. (fir)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

6 KOMENTAR

    • Kayaknya untuk sekolah yang disebutkan di atas selama ini juga sudah berbayar kok. Siswa kurang mampu juga dak kan sanggup masuk sekolah tersebut. Selanjutnya bisa dilihat apakah mereka masih sanggup bertahan dengan diberikan kebebasan untuk menarik bayaran. Kalau selama ini mereka terima bantuan dari pemerintah dan juga menarik bayaran dari siswa, jadi double.
      Dengan diberlakukannya aturan ini semoga bantuan bisa dialihkan ke sekolah lain yang notabene masih lebih membutuhkannya untuk bayar guru honorer.
      Tapi kasihan juga siswa pintar yang kurang mampu takkan bisa lagi sekolah di sekolah favorit di atas. Tapi tak apalah karena toh selama ini juga mereka udah nggak berani masuk ke sekolah tersebut….

  1. Kalau bayar spp nya 1 juta per bulan mending masukkan saja anak bapak dan ibu ke home schooling happy kids palembang

    • Setuju, kemunduran ini buat pendidikan di sumsel. Rasanya kalo pungutan dibedan, guru juga pasti akan membedakan perlakuan pada siswa, yg nyumbang 10jt dengang yg 1jt apa iya bisa sm perlakuannya. Apa tidak ada cara lain ya, orang dah pemerintah buat gratis sekolah mash berani diam2 buat pungutan apalagi sudah sah di izinkam maxsimal 1jt lagi, pasti orang buat iuran mendekati maxsimal☹

  2. Harusnya sedapat mungkin bertahap dan selektif jangan dipukul rata sesuaikan kemampuan orang tua murid..

  3. Semua orang tua nya mempunyai keinginan. Menyekolahkan anak ke sekolah yg terbaik…tapi kalau harus membayar semahal ini..apalah daya kami..
    Terkadang malah yg mendapat prioritas gratis..orang2 yg memang ada andil didalamnya…kepintaran seorang anak akan kandas karena kondisi..mohon difikirkan. Ulang pak..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here